Rabu, 12 Maret 2014

aku suka dia

Aku lihat dia disana Aku ingin mendekatinya
Aku cuba menghampirinya Lalu aku menyapa dia
Dia pun membuka bicara Dan aku mulai mengenalnya
Kita mulai bermain mata Mulai timbul rasa bahagia
Bila dia mendekati diriku Hatiku rasa sesuatu
Bila dia senyum pada diriku Hatiku rasa tak menentu
Kata dan hatiku bertanya Adakah dia dah berpunya?
Kerena diriku berasa Aku jatuh hati padanya
Aku ingin memilikinya Aku ingin menjaga dia
Aku ingin mencintainya Aku ingin hidup dengannya  

                Lagu nya ainan tasneem yang kudapat dari mbak bintang beberapa hari yang lalu sudah jadi ringtone kesayanganku. Seperti di siang ini (Minggu, 09 Maret 2014) hapeku berbunyi, sebuah sms masuk, dari mas sadad (senior ku di PMII) yang isinya jarkom mengenai acara lotisan di griya sahabat. Sebenarnya aku ingin ikut namun kondisi yang terlalu mager (malas gerak) membuatku malas beranjak dari kasur, karena semalam habis begadang dan baru tidur jam 6 pagi. Heheheh J saat mas sadad menawarkan diri untuk menjemput ku, aku bergegas siap siap dan shalat dhuhur dulu setelah mandi dan langsung on the way ke boulevard tempat mas sadad menungguku. Dan setelah sampai di boulevard, aku melihat mas sadad dengan helm warna hijau dan sarung yang dari kamis kemaren masih di pake (demii apaa gak pernah ganti sarung? -_- ) dan beginilah percakapan kami:
“ di sekre ada acara apa sih mas?” tanyaku
“lotisan din,,,,” jawabnya singkat, elehh aku yo dah tau kalo acaranya lotisan tapi maksudku dalam rangka apa gitu hlo, tapi pertanyaan itu hanya terlintas dalam hati saja.
“ada siapa aja di sekre, mas?”
“banyak kok din, mba nining & mba ulfa, ada mas farid juga..” kata kata mas sadad membuatku terkejut. Mas farid? 
“hah? mas farid kesini? Ada mas zae juga?” kataku cemas.
“enggak,, udah diin santai ajaa..” katanya
“eh serius lho mas, kalo beneran ada mas zae pokoknya aku pulang!” jawabku tegas.
                Mas sadad hanya tertawa kecil, dan selanjutnya aku tak begitu memperhatikan apa yang dikatakan nya. Sesampainya di sekre, memang ada mas farid yang sedang mengobrol bersama senior dalhar dan ketua rodip. Dan mereka langsung menatapku dengan pandangan yang aneh, duhh, apa ini karena aku diboncengin mas sadad? Nanti mereka ngira ada apa apa lagi antara aku sama mas sadad. Tiba tiba perasaanku jadi sangat tidak enak. Apalagi setelah aku masuk dan mengucap salam, disitu sudah ada mba wahyuni, mba nining dan mba ulfa. Suasananya langsung berubah dan tentu saja aku menjadi canggung. Aku serba salah, melihat lotisan dan es yang sudah tersaji di depan mata harusnya napsu makanku langsung tergoda seperti biasanya namun kali ini beda, seperti ada sesuatu yang ganjel di hati, tapi apa??
                Ketua rodip yang di sebelah mbak wahyuni inuyhaw itu tiba tiba memanggil
“mas zaenul, keluar mas...” seketika itu jantungku terasa berhenti berdetak mendengar namanya disebut. Ini ketua rodip bercandain aku atau gimana? Gak lucu banget nih!! Dan ketua rodip menyebut nama itu untuk kedua kalinya, aku sudah tak bisa merasakan detak jantungku lagi seketika aku mendongak dan melihatnya berdiri di hadapanku, dengan celana jeans dan kaos coklat (kok dresscode kita sama ya? ini kebetulan atau memang dasarnya kita jodoh? Hehehe semoga saja yang kedua itu #aamiin) J  dia duduk diantara ketua rodip dan mbak wahyuni inuyhaw, membuatku makin gak napsu menyantap semua yang tersaji di depanku. Dan sepanjang obrolan para sahabat, kurasakan kata2 ketua rodip maupun senior dalhar selalu menyindir dan memojokkan diriku (pengen ku tonjok mereka berdua, andai mereka bukan ketum dan manketum pmii). Mas zae hanya diam, sementara aku hanya bisa menunduk, bingung mau berkata apa. untung saja malaikat penyelamatku datang, (ustad kece, sebut saja amm hehehe) dengan sebuah pesan singkat di hapeku, beberapa waktu lalu kami memang sempat membicarakan tentang skripsi nya.
Amm: “boleh dik, ganti biaya fotocopy saja dik (ngapunten nembe jawab nggeh) “
Me: “heeh J J J hehehe syukurlah kau sms disaat yang tepat, aku lagi galau bgt hahaha tolong hibur aku dongs”
Amm: “kenapa dik galau, silahkan sms nggeh”
Me: mas, kalo mas ketemu sama orang yang mas cinta dalam 1 organisasi trus semua orang dah pada tau tentang perasaan mas ke dia dan suasana jadi gak enak trus apa yang mas lakuin??? :’(
                 Sambil menunggu balasan dari pak ustadz, aku mengetik sebuah sms untuk mas sadad yang kuanggap orang yang paling bertanggung jawab atas kehadiranku disini, intinya aku sebel bingits dengan mas sadad!
Me:” mas sadad nyebelin!!! Kenapa gak bilang??? “
He: “maaf din, aku bingung, kalau aku bilang pasti kamu gak ikut,,,,”
Me: “ trus knp mas sadad pengen aku ikut?? “
He: “lha tadi dah terlanjur di sms din,, maaf ya.. gak ada maksud apa2”
Me: “dirimu kok tega banget mbi aku mas, opo gak mikirke piye perasaanku???”
He: “aku gak ada maksud apa2 mas zaenul datangnya juga baru din daripada jarkoman maaf ya din,,,”
                Belum sempat aku membalas sms mas sadad, masuk lagi sebuah sms dari pak ustadz
Amm: “saya akan cuek dan saya akan bekerja tetap profesional dik. Akan tetapi profesionalitasnya memang agak dipaksa sih”
Me: “oke saya cuek dan saya profesional hehehe walau dipaksa hehehe aku rapopo J hehehe semangat hehehe makasih maasss J J :’(
Amm: “itu hal biasa dalam organisasi dik, yang penting jenengan jangan berlebihan  menunjukkan cintanya ya. soalnya cowoknya bisa bisa menyepelekan cintamu.
Me: “heeh mas heeh bener banget :’( huhuhu aku kudu profesional :D
Amm: “semangat dik, semoga jenengan tetep keren dan istiqomah”
                Aku tertawa membaca sms nya yang terakhir, keren? Hehehe jadi itu image ku di depan nya J aku kembali fokus terhadap yang dibicarakan senior dalhar, dan melihat ekspresi mas sadad yang mesakke banget itu akhirnya aku mengiriminya sebuah sms singkat “ hehehe #akurapopo J hehehe semangat!”  kalo dipikir pikir kasian juga mas sadad ku omelin seperti itu. Memang dari sini ke profesional an ku dalam organisasi benar benar diuji. Dan mas zae? Aku pun gak pernah bisa menolak pesona nya begitu saja. Dia samasekali gak ganteng, tapi dia perpaduan antara menarik dan kalem. Anteng, jadi teringat puntadewa. Dan senyumnya masih semanis dulu. Seperti perasaanku, aku cinta dengan nya.
                Karena sms nya malaikat pengusir galau ku itu, maka sepanjang obrolan aku mulai bisa menanggapi kata2 nya senior dalhar dan ketua rodip, selain itu karena topik nya adalah hal yang aku suka, yap! : menulis. Sementara mas zae diem, anteng, kalem aku malah semakin cerewet, pikirku hehehe (mungkin kita akan jadi perpaduan yang pas J ) dan begitulah, tapi lama kelamaan aku risih juga, kenapa dia gak mengatakan apapun? Akhirnya kuputuskan untuk kirim sms kepadanya “mas zae.. kok diem aja?”  dan begitu dia membaca sms ku dia langsung tertawa, “wes cedhak kok ndadak sms mbarang to nduk? “ katanya sambil tersenyum, hatiku meleleh. Sementara yang lain menyaksikan adegan “dia ngomong padaku” ditanggapi dengan guyon, aku hanya mesem mesem ndak jelas. Dia kembali sibuk dengan dirinya, dan aku kembali sibuk mendengarkan senior dalhar. Dan begitulah, setiap detik aku tak mampu melepas pandanganku terhadapnya. Bagaimana bisa? Sementara kini dia tepat dihadapanku, aku ingin menatapnya sepuasku! Dan aku kembali mengirim sms padanya “jngn pegang pisau kayak gitu, aku ngeri liat e... :3 “ hehehe dia terlihat memainkan pisau besar (yang lebih pantas digunakan untuk membacok daging daripada mengiris buah) hehehe dan sekali lagi dia menatap padaku dan berkata “ngomong wae neng kene hlo, ora sah karo sms”. Selama 15 detik dia menatapku, dan aku menikmatinya. J subhanallah sekali mahlukmu yang satu ini Ya Allah... J
                Dan dia bersama mas farid pulang duluan setelah hujan reda, aku sedikit menyesal hanya sempat mengobrol dengan nya, tapi syukurlah dia tahu aku kangen banget dan aku hanya bilang “makasih yaa... “ untuk apa yang sudah dia lakukan padaku, dan dia hanya menjawab “sama sama..” J dan setelah dia berlalu, saya meminta mas sadad mengantar saya pulang. Sesampainya di kos, saya mengirimi nya sebuah sms “makasih udh ngobati rasa kangenku, emang susah cinta dengan orang yang satu organisasi -,-“ tapi emang harus tetep profesional ya. hapeku gak baru Cuma kmaren sempet rusak n lama gak ku pake :3 alhamdulillah juga pipimu masih tembem hehehe thankiss.” Dan beberapa saat kemudian dia membalas sms ku “hadehhh... jika saya analisa memang secara umum dirimu ada progres. Yg seperti itu tadi di kembangkan & diaplikasikan. Bukalah wawasanmu seluas luasnya.”
                Aku anggap itu sebuah pujian untukku, dan aku tak membalas sms terakhirnya itu. Aku hanya membatin, aku lakukan semua ini karena aku ingin menunjukkan pada dirinya bahwa cintaku padanya telah membawa pengaruh yang baik untukku seperti saat aku belajar untuk mencintainya dengan baik. Dia lah sumber inspirasi, semangat serta mimpi mimpiku. Ya dirinya itu, UnIntEndEd K2461LA, perpaduan antara menarik dan kalem. Dan aku menjalani sisa hari itu dengan senyum dan berdoa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar