Aku lihat dia disana
Aku ingin mendekatinya
Aku cuba
menghampirinya Lalu aku menyapa dia
Dia pun membuka bicara
Dan aku mulai mengenalnya
Kita mulai bermain
mata Mulai timbul rasa bahagia
Bila dia mendekati
diriku Hatiku rasa sesuatu
Bila dia senyum pada
diriku Hatiku rasa tak menentu
Kata dan hatiku
bertanya Adakah dia dah berpunya?
Kerena diriku berasa
Aku jatuh hati padanya
Aku ingin memilikinya
Aku ingin menjaga dia
Aku ingin mencintainya
Aku ingin hidup dengannya
Lagu
nya ainan tasneem yang kudapat dari mbak bintang beberapa hari yang lalu sudah
jadi ringtone kesayanganku. Seperti di siang ini (Minggu, 09 Maret 2014) hapeku
berbunyi, sebuah sms masuk, dari mas sadad (senior ku di PMII) yang isinya
jarkom mengenai acara lotisan di griya sahabat. Sebenarnya aku ingin ikut namun
kondisi yang terlalu mager (malas gerak) membuatku malas beranjak dari kasur,
karena semalam habis begadang dan baru tidur jam 6 pagi. Heheheh J saat mas sadad
menawarkan diri untuk menjemput ku, aku bergegas siap siap dan shalat dhuhur
dulu setelah mandi dan langsung on the way ke boulevard tempat mas sadad
menungguku. Dan setelah sampai di boulevard, aku melihat mas sadad dengan helm
warna hijau dan sarung yang dari kamis kemaren masih di pake (demii apaa gak
pernah ganti sarung? -_- ) dan beginilah percakapan kami:
“ di sekre ada acara apa sih
mas?” tanyaku
“lotisan din,,,,” jawabnya
singkat, elehh aku yo dah tau kalo acaranya lotisan tapi maksudku dalam rangka
apa gitu hlo, tapi pertanyaan itu hanya terlintas dalam hati saja.
“ada siapa aja di sekre, mas?”
“banyak kok din, mba nining &
mba ulfa, ada mas farid juga..” kata kata mas sadad membuatku terkejut. Mas
farid?
“hah? mas farid kesini? Ada mas
zae juga?” kataku cemas.
“enggak,, udah diin santai
ajaa..” katanya
“eh serius lho mas, kalo beneran
ada mas zae pokoknya aku pulang!” jawabku tegas.
Mas
sadad hanya tertawa kecil, dan selanjutnya aku tak begitu memperhatikan apa
yang dikatakan nya. Sesampainya di sekre, memang ada mas farid yang sedang
mengobrol bersama senior dalhar dan ketua rodip. Dan mereka langsung menatapku
dengan pandangan yang aneh, duhh, apa ini karena aku diboncengin mas sadad?
Nanti mereka ngira ada apa apa lagi antara aku sama mas sadad. Tiba tiba
perasaanku jadi sangat tidak enak. Apalagi setelah aku masuk dan mengucap
salam, disitu sudah ada mba wahyuni, mba nining dan mba ulfa. Suasananya
langsung berubah dan tentu saja aku menjadi canggung. Aku serba salah, melihat
lotisan dan es yang sudah tersaji di depan mata harusnya napsu makanku langsung
tergoda seperti biasanya namun kali ini beda, seperti ada sesuatu yang ganjel
di hati, tapi apa??
Ketua
rodip yang di sebelah mbak wahyuni inuyhaw itu tiba tiba memanggil
“mas zaenul, keluar mas...” seketika
itu jantungku terasa berhenti berdetak mendengar namanya disebut. Ini ketua
rodip bercandain aku atau gimana? Gak lucu banget nih!! Dan ketua rodip
menyebut nama itu untuk kedua kalinya, aku sudah tak bisa merasakan detak
jantungku lagi seketika aku mendongak dan melihatnya berdiri di hadapanku,
dengan celana jeans dan kaos coklat (kok dresscode kita sama ya? ini kebetulan
atau memang dasarnya kita jodoh? Hehehe semoga saja yang kedua itu #aamiin) J dia duduk diantara ketua rodip dan mbak
wahyuni inuyhaw, membuatku makin gak napsu menyantap semua yang tersaji di
depanku. Dan sepanjang obrolan para sahabat, kurasakan kata2 ketua rodip maupun
senior dalhar selalu menyindir dan memojokkan diriku (pengen ku tonjok mereka
berdua, andai mereka bukan ketum dan manketum pmii). Mas zae hanya diam,
sementara aku hanya bisa menunduk, bingung mau berkata apa. untung saja
malaikat penyelamatku datang, (ustad kece, sebut saja amm hehehe) dengan sebuah
pesan singkat di hapeku, beberapa waktu lalu kami memang sempat membicarakan
tentang skripsi nya.
Amm: “boleh dik, ganti biaya
fotocopy saja dik (ngapunten nembe jawab nggeh) “
Me: “heeh J J J hehehe syukurlah kau sms
disaat yang tepat, aku lagi galau bgt hahaha tolong hibur aku dongs”
Amm: “kenapa dik galau, silahkan
sms nggeh”
Me: mas, kalo mas ketemu sama
orang yang mas cinta dalam 1 organisasi trus semua orang dah pada tau tentang
perasaan mas ke dia dan suasana jadi gak enak trus apa yang mas lakuin??? :’(
Sambil menunggu balasan dari pak ustadz, aku
mengetik sebuah sms untuk mas sadad yang kuanggap orang yang paling bertanggung
jawab atas kehadiranku disini, intinya aku sebel bingits dengan mas sadad!
Me:” mas sadad nyebelin!!! Kenapa
gak bilang??? “
He: “maaf din, aku bingung, kalau
aku bilang pasti kamu gak ikut,,,,”
Me: “ trus knp mas sadad pengen
aku ikut?? “
He: “lha tadi dah terlanjur di
sms din,, maaf ya.. gak ada maksud apa2”
Me: “dirimu kok tega banget mbi
aku mas, opo gak mikirke piye perasaanku???”
He: “aku gak ada maksud apa2 mas
zaenul datangnya juga baru din daripada jarkoman maaf ya din,,,”
Belum
sempat aku membalas sms mas sadad, masuk lagi sebuah sms dari pak ustadz
Amm: “saya akan cuek dan saya
akan bekerja tetap profesional dik. Akan tetapi profesionalitasnya memang agak
dipaksa sih”
Me: “oke saya cuek dan saya
profesional hehehe walau dipaksa hehehe aku rapopo J hehehe semangat hehehe
makasih maasss J J :’(
Amm: “itu hal biasa dalam
organisasi dik, yang penting jenengan jangan berlebihan menunjukkan cintanya ya. soalnya cowoknya
bisa bisa menyepelekan cintamu.
Me: “heeh mas heeh bener banget
:’( huhuhu aku kudu profesional :D
Amm: “semangat dik, semoga
jenengan tetep keren dan istiqomah”
Aku
tertawa membaca sms nya yang terakhir, keren? Hehehe jadi itu image ku di depan
nya J
aku kembali fokus terhadap yang dibicarakan senior dalhar, dan melihat ekspresi
mas sadad yang mesakke banget itu akhirnya aku mengiriminya sebuah sms singkat
“ hehehe #akurapopo J
hehehe semangat!” kalo dipikir pikir
kasian juga mas sadad ku omelin seperti itu. Memang dari sini ke profesional an
ku dalam organisasi benar benar diuji. Dan mas zae? Aku pun gak pernah bisa
menolak pesona nya begitu saja. Dia samasekali gak ganteng, tapi dia perpaduan
antara menarik dan kalem. Anteng, jadi teringat puntadewa. Dan senyumnya masih
semanis dulu. Seperti perasaanku, aku cinta dengan nya.
Karena
sms nya malaikat pengusir galau ku itu, maka sepanjang obrolan aku mulai bisa
menanggapi kata2 nya senior dalhar dan ketua rodip, selain itu karena topik nya
adalah hal yang aku suka, yap! : menulis. Sementara mas zae diem, anteng, kalem
aku malah semakin cerewet, pikirku hehehe (mungkin kita akan jadi perpaduan
yang pas J )
dan begitulah, tapi lama kelamaan aku risih juga, kenapa dia gak mengatakan
apapun? Akhirnya kuputuskan untuk kirim sms kepadanya “mas zae.. kok diem
aja?” dan begitu dia membaca sms ku dia
langsung tertawa, “wes cedhak kok ndadak sms mbarang to nduk? “ katanya sambil
tersenyum, hatiku meleleh. Sementara yang lain menyaksikan adegan “dia ngomong
padaku” ditanggapi dengan guyon, aku hanya mesem mesem ndak jelas. Dia kembali
sibuk dengan dirinya, dan aku kembali sibuk mendengarkan senior dalhar. Dan
begitulah, setiap detik aku tak mampu melepas pandanganku terhadapnya.
Bagaimana bisa? Sementara kini dia tepat dihadapanku, aku ingin menatapnya
sepuasku! Dan aku kembali mengirim sms padanya “jngn pegang pisau kayak gitu,
aku ngeri liat e... :3 “ hehehe dia terlihat memainkan pisau besar (yang lebih
pantas digunakan untuk membacok daging daripada mengiris buah) hehehe dan
sekali lagi dia menatap padaku dan berkata “ngomong wae neng kene hlo, ora sah
karo sms”. Selama 15 detik dia menatapku, dan aku menikmatinya. J subhanallah sekali
mahlukmu yang satu ini Ya Allah... J
Dan
dia bersama mas farid pulang duluan setelah hujan reda, aku sedikit menyesal
hanya sempat mengobrol dengan nya, tapi syukurlah dia tahu aku kangen banget
dan aku hanya bilang “makasih yaa... “ untuk apa yang sudah dia lakukan padaku,
dan dia hanya menjawab “sama sama..” J
dan setelah dia berlalu, saya meminta mas sadad mengantar saya pulang.
Sesampainya di kos, saya mengirimi nya sebuah sms “makasih udh ngobati rasa
kangenku, emang susah cinta dengan orang yang satu organisasi -,-“ tapi emang
harus tetep profesional ya. hapeku gak baru Cuma kmaren sempet rusak n lama gak
ku pake :3 alhamdulillah juga pipimu masih tembem hehehe thankiss.” Dan
beberapa saat kemudian dia membalas sms ku “hadehhh... jika saya analisa memang
secara umum dirimu ada progres. Yg seperti itu tadi di kembangkan &
diaplikasikan. Bukalah wawasanmu seluas luasnya.”
Aku
anggap itu sebuah pujian untukku, dan aku tak membalas sms terakhirnya itu. Aku
hanya membatin, aku lakukan semua ini karena aku ingin menunjukkan pada dirinya
bahwa cintaku padanya telah membawa pengaruh yang baik untukku seperti saat aku
belajar untuk mencintainya dengan baik. Dia lah sumber inspirasi, semangat
serta mimpi mimpiku. Ya dirinya itu, UnIntEndEd K2461LA, perpaduan antara menarik
dan kalem. Dan aku menjalani sisa hari itu dengan senyum dan berdoa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar