Kamis, 13 Maret 2014

aku dan hoshi


aku dan hoshi, 3 tahun yang lalu ketika kami liburan (ziarah) ke bali

Terkadang aku sangat menyesal dengan keputusan yang kuambil, aku ingin kembali namun tak bisa, karena itu tak mungkin.. aku tahu kita sama sama saling mendoakan walau tempat kita berbeda, namun bukan hanya tempat kita yang berbeda, hidup kita berbeda, takdir kita berbeda, dan pada akhirnya mungkin ada keajaiban yang akan menuntun kita untuk kembali bertemu, menjalani hidup bersama...


Lama tak bersua, kau hanya telpon saat kau butuh, kau butuh guide mu, kabarku bukanlah satu satunya hal yang kau ingin tanyakan. Be


gitulah perasaanku. Aku pun telah melewatkan ulang tahunmu, aku sengaja,  bukan karena aku lupa, namun memang aku tak bisa.. aku terlalu banyak melewatkan cerita indah bersamamu, aku menyesal akan hal itu. Tapi disini, aku ingin bercerita tentang kita dengan versi ku, mungkin kau akan membacanya dan kemudian kau tertawa, atau mungkin juga tidak, atau tidak samasekali.
Aku, seorang gadis aneh, dan kau bisa melihatnya dimataku, ada yang kupikirkan, iya.. ada sesuatu disana yang tak banyak orang akan menyadarinya, namun aku punya mimpi, dan keinginan untuk hidup dengan cara yang lebih baik. Di tengah jalan ini lah aku bertemu denganmu.
Kamu, seorang gadis bermata indah, penuh semangat dan ceria namun susah ditebak, kau selalu menuliskan tentang banyak hal, kau dan aku dan juga mimpimu, dia yang dekat, atau dia yang kau cinta, atau sesuatu yang tak pernah bisa kau duga. Di pandangan kedua kau malah memberiku nilai 3.

tahun terakhirku di almuayyad aku membuat kejutan merayakan ultahnya




Dari situ lah kita ber kawan, sesuatu yang kau sebut mungkin hanya untukku. Aku hampir tak ingat, semua hal yang telah kita lewati bersama, kenangan kenangan itu, menangis, es krim, tertawa, musik korea, dan kepergianku... ahhh bukan nya aku tak ingat, aku hanya merasa aneh saat aku mengingatnya, aku merasa sedikit terluka. Dalam hatiku mungkin kau dapat mendengarnya, bagaimana mungkin seorang sepertiku bisa berkawan dengan sosok seperti mu? Aku tak berani menyebutku iblis walau aku sudah se nista ini dan aku pun tak berani memanggilmu malaikat karena sosokmu tak se sempurna itu. Aku merasa kau lah yang beruntung, walau nyatanya keberuntungan selalu ada di pihakku. Jalan pikiran kita berbeda, sadarkah itu? Sikap kita dalam menghadapi suatu masalah pun tak sama, karena aku tak pernah merasakan hidup sepertimu. Aku tak menyalahkan siapapun atau apapun, mungkin aku juga menyesalkan. Kita sama sama lahir sebagai perempuan, dalam keluarga yang sempurna dan bahagia, namun kemudian kau jatuh, lalu aku dan hidupku juga jatuh, takdir menuliskan seperti itu. Banyak orang di sekelilingmu, entah kau tak tega mengecewakan mereka atau kau ingin terus berjuang demi dirimu sendiri tapi kau bisa bangkit, karena orang orang di sekelilingmu selalu memberimu semangat agar kau tetap utuh dan menjadi sosok yang bersinar itu. Dan aku, dengan segala kekurangan dan kelebihanku, aku punya mimpi, tak peduli seberapa brengsek nya diriku agar mereka disini, berharap takdir itu tak pernah terjadi, dan aku terus berharap. Aku menjalani masa masa yang sulit, dan aku berhasil melewatinya, namun saat hujan reda bukan berarti tak akan ada badai lagi, bukankah bahagia tak selamanya milik kita? Aku menatap langit, bermimpi aku akan bisa melihat betapa luas dunia dan betapa kecil diriku ini. kau ajari aku untuk bermimpi dan mewujudkan nya. (sampai sini aku tak tahu lagi harus berkata) ya, kurasa itu yang kau lakukan padaku.
Aku sedikit egois, dan tak mau mengerti, dan aku belajar untuk mengerti, memahami bahwa setiap hembusan nafas kita hanyalah untukNya, aku belajar semua itu ditempat dimana aku bertemu denganmu. Namun tak selamanya kau juga bisa merangkulku, aku sering khilaf.. hingga saat aku lepas dari mata rantai yang melilit leherku, kau tak ber ekspresi apapun. Datar. Aku tak bisa mengerti, maafkan aku. Kini kita menjalani hidup yang sangat berbeda.. disaat kau sedang melayang untuk jadi yang paling terang disana, aku malah semakin terperosok ke dalam jurang yang dalam dan gelap... aku merasa jauh hingga aku tak mampu menggapaimu. Ahh hoshi, bahkan beberapa waktu yang lalu saat pak ustad wisuda, aku tidak lebih berat dari dia dalam hatimu. Sedih,,? Enggak juga atau mungkin lebih tepatnya kecewa. Aku hanya orang yang baru hadir dalam hidupmu dan sebenarnya kau itu tak tega meninggalkanku, terlalu baik padaku, atau tak bisa menolakku? Dan sampai sini. Tiba tiba saja aku ingin kembali merajut cinta ini, aahhh... sebuah kisah klasik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar