![]() |
| aku dan hoshi, 3 tahun yang lalu ketika kami liburan (ziarah) ke bali |
Terkadang aku
sangat menyesal dengan keputusan yang kuambil, aku ingin kembali namun tak
bisa, karena itu tak mungkin.. aku tahu kita sama sama saling mendoakan walau
tempat kita berbeda, namun bukan hanya tempat kita yang berbeda, hidup kita
berbeda, takdir kita berbeda, dan pada akhirnya mungkin ada keajaiban yang akan
menuntun kita untuk kembali bertemu, menjalani hidup bersama...
Lama tak
bersua, kau hanya telpon saat kau butuh, kau butuh guide mu, kabarku bukanlah
satu satunya hal yang kau ingin tanyakan. Be
gitulah perasaanku. Aku pun telah melewatkan ulang tahunmu, aku sengaja, bukan karena aku lupa, namun memang aku tak bisa.. aku terlalu banyak melewatkan cerita indah bersamamu, aku menyesal akan hal itu. Tapi disini, aku ingin bercerita tentang kita dengan versi ku, mungkin kau akan membacanya dan kemudian kau tertawa, atau mungkin juga tidak, atau tidak samasekali.
Aku, seorang
gadis aneh, dan kau bisa melihatnya dimataku, ada yang kupikirkan, iya.. ada
sesuatu disana yang tak banyak orang akan menyadarinya, namun aku punya mimpi,
dan keinginan untuk hidup dengan cara yang lebih baik. Di tengah jalan ini lah
aku bertemu denganmu.
Kamu, seorang
gadis bermata indah, penuh semangat dan ceria namun susah ditebak, kau selalu
menuliskan tentang banyak hal, kau dan aku dan juga mimpimu, dia yang dekat,
atau dia yang kau cinta, atau sesuatu yang tak pernah bisa kau duga. Di
pandangan kedua kau malah memberiku nilai 3.
| tahun terakhirku di almuayyad aku membuat kejutan merayakan ultahnya |
Dari situ lah
kita ber kawan, sesuatu yang kau sebut mungkin hanya untukku. Aku hampir tak
ingat, semua hal yang telah kita lewati bersama, kenangan kenangan itu,
menangis, es krim, tertawa, musik korea, dan kepergianku... ahhh bukan nya aku
tak ingat, aku hanya merasa aneh saat aku mengingatnya, aku merasa sedikit
terluka. Dalam hatiku mungkin kau dapat mendengarnya, bagaimana mungkin seorang
sepertiku bisa berkawan dengan sosok seperti mu? Aku tak berani menyebutku
iblis walau aku sudah se nista ini dan aku pun tak berani memanggilmu malaikat
karena sosokmu tak se sempurna itu. Aku merasa kau lah yang beruntung, walau
nyatanya keberuntungan selalu ada di pihakku. Jalan pikiran kita berbeda,
sadarkah itu? Sikap kita dalam menghadapi suatu masalah pun tak sama, karena
aku tak pernah merasakan hidup sepertimu. Aku tak menyalahkan siapapun atau apapun,
mungkin aku juga menyesalkan. Kita sama sama lahir sebagai perempuan, dalam
keluarga yang sempurna dan bahagia, namun kemudian kau jatuh, lalu aku dan
hidupku juga jatuh, takdir menuliskan seperti itu. Banyak orang di
sekelilingmu, entah kau tak tega mengecewakan mereka atau kau ingin terus
berjuang demi dirimu sendiri tapi kau bisa bangkit, karena orang orang di
sekelilingmu selalu memberimu semangat agar kau tetap utuh dan menjadi sosok
yang bersinar itu. Dan aku, dengan segala kekurangan dan kelebihanku, aku punya
mimpi, tak peduli seberapa brengsek nya diriku agar mereka disini, berharap
takdir itu tak pernah terjadi, dan aku terus berharap. Aku menjalani masa masa
yang sulit, dan aku berhasil melewatinya, namun saat hujan reda bukan berarti
tak akan ada badai lagi, bukankah bahagia tak selamanya milik kita? Aku menatap
langit, bermimpi aku akan bisa melihat betapa luas dunia dan betapa kecil
diriku ini. kau ajari aku untuk bermimpi dan mewujudkan nya. (sampai sini aku
tak tahu lagi harus berkata) ya, kurasa itu yang kau lakukan padaku.
Aku sedikit
egois, dan tak mau mengerti, dan aku belajar untuk mengerti, memahami bahwa
setiap hembusan nafas kita hanyalah untukNya, aku belajar semua itu ditempat
dimana aku bertemu denganmu. Namun tak selamanya kau juga bisa merangkulku, aku
sering khilaf.. hingga saat aku lepas dari mata rantai yang melilit leherku,
kau tak ber ekspresi apapun. Datar. Aku tak bisa mengerti, maafkan aku. Kini
kita menjalani hidup yang sangat berbeda.. disaat kau sedang melayang untuk
jadi yang paling terang disana, aku malah semakin terperosok ke dalam jurang
yang dalam dan gelap... aku merasa jauh hingga aku tak mampu menggapaimu. Ahh
hoshi, bahkan beberapa waktu yang lalu saat pak ustad wisuda, aku tidak lebih
berat dari dia dalam hatimu. Sedih,,? Enggak juga atau mungkin lebih tepatnya
kecewa. Aku hanya orang yang baru hadir dalam hidupmu dan sebenarnya kau itu
tak tega meninggalkanku, terlalu baik padaku, atau tak bisa menolakku? Dan
sampai sini. Tiba tiba saja aku ingin kembali merajut cinta ini, aahhh...
sebuah kisah klasik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar