Kamis, 20 Maret 2014

bete



“ tenang saja sob, aku selalu ada untukmu...” begitulah yg dikatakan sobatku, bai haqi kepadaku beberapa waktu lalu. Aku tak pernah melupakan nya, perkataan itu seperti dia memberi ku kepastian bahwa aku tak pernah sendiri. Begitukah?
            Aku lagi bete, hari ini aku bete. Dan seperti biasa, hidupku masih berjalan normal apa adanya, ini hari kamis dan aku puasa qadha’ (selain untuk nyaur utang, juga biar aku hemat. maklum masih resesi) dan aku pun masih seperti biasa, ke kampus, kuliah hukum islam jam pertama, dateng telat, di ledekin april, mas udin, mas bagas, isqy n di guyu mas even. Begitulah... pagi itu, aku juga sempat berbincang dengan asoka, cempaka & orisa.  Masih gak ada yg special, aku juga ketemu uul, yg sekarang masih mondok di al qur’anyy azzayadi. Udah? Belum ada yg special juga. Apa hidupku terlalu membosankan? Tidak juga. Layaknya mahasiswa yang sedang berusaha mikir dewasa pada umumnya, hatiku juga risau. Resesi yang kualami membuatku berfikir ‘apa benar aku sudah tak butuh uang dari orang tua lagi?’ nyatanya, uang di dompet tinggal 10ribu, cukuplah kalo buat makan 2-3 kali. Tapi katakanlah masih ada hari esok dan aku makan apa ??
            Terlepas dari kata resesi, selesai kuliah jam kedua aku langsung pulang, buka laptop n men charge hape. Aku tak banyak melakukan kegiatan yang cukup berarti, akhirnya jam 12 aku tidur, bangun jam 14.00 setelah shalat aku langsung ke kampus, ada kuliah bahasa indonesia sampai sore ini. aku melewati sekre gova, seperti biasa, rame.  Aku hanya duduk diam di depan perpustakaan, dan begitulah, melihat kendaraan yg berlalu lalang di depan kampus.  hhhh aku mendesah pelan, rasa bosan mulai mengusik. Dan saat bel masuk berbunyi, aku segera berjalan menuju kelas. di depan sekre novum aku bertemu evy isqy dan om tyo, aku duduk di sebelah mereka sambil nunggu dosen rawuh. Dan yusuf juga datang, beberapa saat kemudian om tyo dan yusuf sibuk main bilyard di tab. Sementara evy isqy dan aku? Kami jadi orang autis yang sibuk dengan hape masing masing. Sempat terpikir dalam benakku, apa aku telpon orang tua saja? Walau sudah 17tahun bukan berarti aku lepas dari tanggungan orang tua sepenuhnya bukan? Ahhh aku terlalu naif dan gengsi, mungkin. Apa aku bbm pak ustadz amm saja? Aahhh itu juga aku tak mungkin terus menerus merepotkan dirinya, nanti aku ketergantungan. Akhirnya aku buka fb, dan mengobrol sedikit dengan sahabat asrari puadi, ya ya ya.  sudah setengah jam berlalu, dosen yang ditunggu belum datang juga, aku masih sibuk dengan hape. Dan berharap orang tua akan menelponku (lho? Yg butuh siapa?) oke, yahh setidaknya mereka bisa bilang kalo mereka kangen atau menanyakan keadaanku, tapi itu tak akan terjadi. Aku mencoba berfikir lagi, aahhh hidup ini terlalu singkat, kalo aku terus bergulat dengan pikiran lalu bagaimana dengan aksi? Pikirku begitu.
            Sudah 1 jam, dosen belum juga datang. Aku memutuskan untuk ke sekre gova, ada mba ratih yg manis seperti biasanya, ada mba silva juga yang lebih mirip orang mau kondangan daripada mau kuliah hihihi dengan rok dan sepatu wedges, mba sil anggun sekali, pikirku. Aku diam. Lalu datang mas yusuf, dengan membawa 2 minuman. Mengobrol dan tertawa, aku masih sibuk dengan pikiranku dan tak tahu harus berbuat apa. aku malah memandangi pohon besar yang ada di parkiran kampus, di beberapa kondisi (seperti saat ini) pohon itu terlihat menyeramkan, pikirku lagi. dan saat tongkrongan itu sudah terlalu ramai aku beranjak. Mungkin benar kata orang orang tentangku, aku suka menyendiri, aku suka tempat yang sepi (kukatakan lebih ke tempat yg tenang daripada sepi) aaahhh tak ada yang salah ku kira. Dan aku memutuskan untuk telpon embah, diangkat! Ternyata embah lagi sakit. Saat itu aku sadar, aku tak mungkin selamanya menggantungkan hidup pada orang tua. Ya, hal itu membuatku berfikir lagi. aahhh aku jadi kangen ayah (saat menuliskan ini) suatu anugerah bagiku bisa hidup hingga sebesar ini J dhhh kenapa jadi melankolis begini. Lanjut ke cerita tadi, selesai aku menelpon embah, aku langsung masuk ke dalam sekre, ada  mba tata yang masih pucat (baru sembuh dari sakit kemarin) dan mas pandu yg tetap gokil seperti biasa. lalu disusul dyah, april. Dan suasana jadi ramai. Aku ingin pulang! Tapi males banget jalan dari kampus sampai kos, yang bener aja? Ya ga papa sih, tapi lemes gitu. Aku mnunggu dyah menyelesaikan makan nya, dan kusuruh dia mengantarku (adakah pilihan lain?) kurasa tidak. Dyah sibuk ngobrol dengan bayu, sementara mba tata lagi sibuk nonton tv dan april sedang bercanda dengan mas pandu. aku bingung mau ngapain. Aku pengen curhat dengan dyah, tapi dyah masih ngobrol dengan bayu, dan aku tahu aku gak akan di perhatikan. Aku langsung beranjak. Bayu tahu aku kesal, ya memang aku kesal, tapi aku berusaha menutupinya dengan tawa hehehe (dalam hati: ayo dong din, bersikaplah dewasa!) aku tak ingin terlihat kesal dimata mereka, ya aku berusaha sewajar mungkin untuk bersikap biasa saja. Hhh... ternyata bayu lumayan peka juga.
            Mas chandra lewat, ahh aku masih berhutang padanya. Aku belum minta maaf atas insiden yang kutulis disini, duhh piye iki? Sejenak aku berfikir untuk menyapanya, tapi rasa bersalah dan malu ini mengurungkan niatku. Aku diam saja, sebenarnya, aku tak tahu caranya meminta maaf. Aku takut, aku aahh entahlah!!! Mungkin aku akan tahu caranya setelah aku bisa memaafkan orang lain. Gak aneh sih, aku gak bisa maafin orang dan aku gak bisa minta maaf. Samasekali tidak! Dan pikirku, kalo begitu apa gunanya semua shalat puasa dan amal ibadahku jika aku tak minta maaf?? Aku tahu, Allah tak akan menerima nya. Dan  begitulah, karena aku manusia, dan punya pikiran, mungkin ini semua membuat hidup jadi tak mudah. 
            Tiba tiba aku merasa pusing, ah mungkin vertigo ku kambuh lagi tapi aku ingin menyelesaikan nya. okelah. Jadi ingat juga tadi mas yusuf sempat bertanya, “din, punya korek?” dan tak akan kutulis apa yg kukatakan padanya. Itu pertanyaan aneh! Kenapa aku yg ditanya? Bukankah ada banyak orang disekre, dan dia menyalakan rokok, damn! Kekesalan ku tak berhenti sampai situ saja, tapi aku juga ingat, hari ini aku puasa, masa karena hal kayak gitu aku jadi kesal? Nanti puasaku gak dapet pahala, Cuma dapet laper & haus aja. Aku istighfar..
            Dan mas pandu menanyaiku juga “din, tulisan kamu mana? Aku jadi book reader mu hlo, tak tunggu hlo bla bla bla...” aku bingung. Buku apa? maksud nya apa? kenapa dia nanya begitu? aku berusaha santai menanggapinya, tapi dalam hati mungkin aku tahu, mungkin yg dia maksud, blog ku yang isinya curhat yg telah menyakiti banyak orang aahhh, namanya juga dinda violence, dinda jahat, dinda liar, dinda nyebelin! Tak tahu lah. Sampai detik ini, aku mendesah, bingung. Kalopun blog ini dibaca sama orang sedunia pun AKU TAK PEDULI AKU TAK AKAN PEDULI DAN AKU TAK PERNAH PEDULI. Aku jahat ya? iya aku jahat banget. Kalo ada yang bilang “jangan curhat di blog ini” aku juga gak peduli, kenapa aku gak boleh nulis curhat ku disini sementara mereka yang bilang begitu tak pernah ada untuk mendengar curhatku trus aku harus gimana????
            Aku nangis, aku bener bener nangis sekarang. Sumpah, aku gak peduli. Mau orang bilang apa dan coment gimana juga aku gak peduli. orang orang hanya bisa berkomentar tanpa tahu bagaimana diriku, yg terjadi padaku dan perasaanku. Ya, mereka Cuma bisa komentar.
            Maaf, aku memang labil, aku memang jahat, dan aku kira aku bisa membuatku sedikit merasa lebih baik, dan hidup dengan cara yg lebih baik. Dan aku telah meninggalkan rokok dan kopi, semenjak curhat dengan pak ustadz. Dari sekian banyak orang, mungkin dia lah yg paling bisa mengerti walau dia tak tahu diriku. Mungkin dia yang paling sering ada dalam masa masa tersulit dalam hidupku,  mungkin dia yang paling bisa mengerti, aku merokok, aku over aku labil. Dan hanya dia yang tidak menyalahkan ku.  Hanya dia yang bisa menasehati tanpa menghakimi. Sekali lagi, aku jadi terlalu naif.
rasanya, aku ingin nyebur kelaut saja
            Dan walau bagaimanapun juga, aku tetaplah seorang manusia, seorang gadis, dengan segala tingkah laku ku yang seperti ini. mungkin saat pertama kali banyak yang bilang, dinda pendiem,dinda baik, tapi sebenernya mereka katakan itu karena mereka belum mengenalku. Dan saat aku mulai memunculkan sifat sifatku yg tak mereka tahu lalu mereka bilang “berubahlah jadi dinda yang dulu...” tapi aku tak bisa, karena inilah diriku. Aku bisa luput, dan aku sering salah, maafkan aku. Dan bagaimanapun juga aku tak pernah bisa dimaafkan oleh siapapun karena aku sendiri belum bisa memaafkan. Semua luka, yang kudapat, sakit hati, telah kupendam selama hampir 18 tahun hidupku ini, maafkan aku. Mungkin ini alasan, kenapa aku sering menamakan diriku violence, dan blog ini kuberi judul learn to life, karena aku memang belum benar benar hidup, sebagai manusia.  Dan sayup sayup kudengar adzan berkumandang, aku mengakhiri tulisan ini untuk segera berbuka,Alhamdulillah.
 alif laam miim....

Jumat, 14 Maret 2014

positif negatif


aku saat liburan ke jogja :)

Kalo ada yang tanya tentang masa masa terbaik dalam hidup ku, ya sekarang inilah kurasa. Dimana aku bisa tumbuh berkembang banyak belajar dan ber ekspresi. Dengan semangat nya darah muda yang masih meletup letup, bahkan mungkin bisa dikatakan “aku gak seneng nganggur” pengen nya full terus kegiatan dari pagi sampe pagi hehehe.  Dan hidupku tidak pernah lepas dari beberapa hal, diantaranya ...
1.      Masalah
Bayangpun! Seberapapun aku berusaha untuk tetap kalem, dan anteng, untuk terhindar dari konflik tapi tetap saja masalah datang padaku, wajar sih, manusiawi hehehe. Tapi semua orang juga gak nyaman kalo kena masalah (termasuk aku) sebenernya gak apa apa sih kalo aku ada masalah tapi aku gak seneng aja karena masalah itu aku menyakiti/merugikan orang lain, yap! Tapi aku kan juga manusia, kadang bisa luput juga, serius deh, selama aku hidup di dunia ini aku gak pernah bermaksud menyakiti siapapun. Dan aku bingung bagaimana caranya minta maaf sama semua orang, gak percaya? Hehehe karena aku bukan type orang yang suka memaafkan juga (ini juga termasuk masalah nihh buat aku ) -_-
2.      Rasa benci
Dan selama aku hidup di dunia ini memang aku pernah membenci beberapa orang (gak sebut nama ah) tapi saat aku benci seseorang rata rata orang yang ku benci itu memiliki perilaku yang sama atau pun juga berbeda denganku. dan apapun yang aku lihat dalam dirinya memang selalu di sisi negatif, hanya semua keburukan nya (marah juga aku pada diriku kalo udah kayak gini) ternyata rasa benci itu membuat orang jadi gak bisa berpikir objektif ya? hehehe kalo gitu jangan pernah benci seseorang. Tapi bagaimanapun juga, aku selalu ingat kata katanya orang jaman dahulu, “jika kamu benci dengan seseorang, jangan sampai rasa benci mu membuatmu jadi bersikap gak adil” nahh lo!! Buat semuanya saja termasuk diriku (terutama) aku pengen banget bisa mengenal sosok yang ku benci itu, karena setiap orang punya hak untuk tidak dibenci. Apa sih yang membuatku benci? Sikapnya? Atau pola pikirnya? Aku pengin memandangnya dari sisi lain, sisi positifnya dia, karena semua orang di dunia ini adalah orang baik, hanya ada 2 kemungkinan, orang yang baik dan orang baik yang kurang beruntung, hmmmm
3.      Friendship, relationship
Selama hidupku, dari aku kecil, sampe dewasa, aku selalu punya teman (yaiyalah) tapi kalo sahabat, entahlah juga. Ada beberapa orang yang dekat denganku sebagai teman, menghabiskan waktu bersama, senang bersama sedih juga sama sama, curhat, saling tolong menolong tapi aku pun masih belum paham “apakah itu yang dinamakan sahabat?” “sahabat itu kayak apa sih?” dan pas sd, karena aku orangnya sangat pasif maka aku sempat di bully sama temen temen sekelasku, tapi aku masih punya temen (dari kelas lain) yang selalu membela aku, ngejaga aku, ngelindungi biar aku nggak di bully sama temen temen (kalo ini lebih mirip kakak daripada sahabat) tapi dulu mereka juga selalu menghabiskan waktu bareng aku (kali ini boleh sebut nama) namanya meida & orin, hehehe 2 orang itu gimana kabarnya yak?  Setelah lulus sd hubungan kami jadi agak renggang karena beda smp dan setelah sma sampai sekarang kami masih seneng nge like status di fb hehehe J pas smp lebih lucu lagi, aku nge gank! Bayangpun, seorang dinda, nge gank! Hehehe ada aku, ardi, ida, & nurul yg selalu ngapa2in bareng, dan alhamdulillah sampe sekarang masih tetep kontak an juga walau ida tak meneruskan sekolah sma dan nurul juga tidak kuliah, sementara ardi kuliah di uns (pgsd) dan aku fakultas hukum. Di sma? Aku bebas se bebas bebas nya! Aku kenal semua orang, tapi aku gak seneng nge gank lagi, menggerombol, atau ngerumpi dan semacam itulah. Aku juga punya kawan special disini (bintang) mungkin diantara teman teman yang lain hanya dia yang kurasa paling dekat denganku, sampai saat ini. tapi aku mulai meragukan dia dalam hidupku (maaf bin) sebenernya apakah dia hanya kasihan padaku atau tak tega meninggalkanku? Aneh... dan saat ini? aku berusaha membuka diri untuk bisa berteman dengan orang banyak, membangun relasi sebanyak banyaknya, hehehe karena udah kuliah jadi pikiran nya udah beda. Teman dekat? Ada dee & saudara2 gova (organisasi yang aku ikuti). Dulu sempet mikir juga, aku takut gak punya temen saat kuliah J tapi nyatanya gak se mengerikan yang aku bayangkan kok, aku tetep punya temen walau sedikit aku pasti punya temen. Dan aku ikut organisasi, karena selain untuk nambah ilmu & pengalaman juga biar aku punya temen, dan punya link hehehe begitulah.
4.      Cinta, relationship
Hehehe ini juga gak pernah lepas dari hidup aku, ngomongin soal cinta, sebener nya aku kurang begitu yakin, cinta? Rasanya aneh banget kalo udah denger satu kata itu. Bahkan aku gak bener bener paham cinta itu kayak gimana sih? Sememntara aku gak paham cinta, tapi aku ngerti istilah ‘naksir’ hehehe. Tak ceritakan saja, dulu pas sd, aku belum ngerti istilah2 kayak gitu, pacaran, ttm, atau sejenisnya. Tapi aku dulu inget, di sd ada beberapa cowok yang naksir aku (temen sekelas) tapi karena masih kecil dan belum mudheng aku cuek saja. Pas reuni kemaren temenku yang dulu naksir aku baru bilang “dulu aku sempet suka sama kamu lho...” tentu saja itu membuatku ketawa, pantes aja dia sering ngejajanin aku di kantin & nguntil aku ke perpustakaan hehehe. Pas smp? Aku naksir 1 orang, temen seangkatan, orangnya baik, cakep, n pendiem J (gak sebut nama) aku naksir dia kelas 2 smp dan dia gak pernah tau sampe aku kelas 2 sma hehehe dan selama itu aku memendam perasaan, aku Cuma inget dulu pas smp ketika dia menghampiri aku aku pesti lari (karena malu) dan gak berani ketemu dia, Cuma bisa natap dia dari jauh dan ngerasa deg degan. Sampe kelas 2 sma aku ngerasa kayak gitu, bahkan setelah aku lulus dan sampai sekarang masih seneng deg deg an kalo inget dia. Dia akhirnya tau aku seneng sama dia pas kita sama sama kelas 2 sma, tapi sayang, semua itu belum berakhir dengan bahagia, dia hanya menganggapku adiknya J dan begitulah sampai sekarang kita masih deket. Hehehe dan kelas 2 sma aku sempet naksir temen sekelasku, namanya bai haqi, tapi sayang banget, bai haqi itu mantan nya temen sekelasku juga hehehe tapi kami sempet deket banget, sebagai teman. Dan ada kalanya ketika kami dilanda bosan dia sering memanggilku “say” dan aku memanggilnya dengan “yank” hahahaha tapi ini juga gak berakhir dengan baik. Bai haqi naksir dengan bintang, dan bintang merespon positif hehehe jadi sampai sekarang aku tetep berteman dengan bai haqi. Kelas 3 sma? Aku punya pacar!! Yeahh... untuk pertama kalinya dalam hidupku aku punya pacar, namanya az, dan aku sempet jahat banget, sebener nya dia temen sd ku dulu, kita deket dalam posisi dia udah punya cewek, dan aku merebutnya dari ceweknya itu (jahat banget ihhh) tapi belum ada 2 minggu pacaran kami putus hehehe dan sampe sekarang aku juga masih deket sama dia, sama keluarganya hehehe dia lebih pantes ku sebut ‘mas’ daripada ‘mantan pacar’. Dan satu lagi, habis ujian nasional itu aku sempet naksir dengan mentor geografi ku hehehe (sebut saja UnIntEndEd K2461LA) dan begitulah, awalnya berjalan dengan baik, tapi akhirnya nggantung malah. Lho kok bisa? Hehehe ya begitu deh, aneh, dia 6 tahun di atasku ^_^ hehehe tapi sampe sekarang rasanya aneh kalo aku mikirin dia lagi,,,, dan aku juga sempet naksir dengan kakak se organisasi ku (yang ku sebut sensei) dia malah 9 tahun di atasku!! Gila!! Hehehe tapi itu juga ending nya jelek, cz dia udah pnya pacar hehehe J  entah kenapa kalo aku bisa punya suami besok, aku pengen dia lebih tua dari aku, karena hal yang paling kejam antara laki laki dan perempuan adalah setiap perempuan akan lebih dewasa dari lelaki seusianya. Maka dari itu aku cari someone yang lebih tua dariku hehehe.....
5.      Perjuangan, berfikir
pangandaran :) aku memiliki jiwa petualang
memang sudah selayaknya, aku sebagai mahasiswa punya pikiran yang lebih, pandangan yang jauh, walau aku baru 17 tahun tapi pikiranku gak boleh kayak anak SMA lagi. Ada beberapa kesalahan dalam hal ini, yaitu cara pandangku melihat orang lain, kadang aku melihatnya sebagai sebuah nilai + yang keren atau begitulah, tapi aku luput, aku tak melihat perjuangan nya untuk mendapatkan nilai + itu ehehehe mindset seperti itu memang harus ku rubah. Dan aku mulai banyak belajar disini. Belajar dari senior seniorku, belajar dari alam dan peristiwa, belajar dari hidup, bahwa aku belum melakukan yang terbaik dalam diriku untuk hidupku. Belajar memahami bahwa jika dipaksakan, mungkin aku bisa lebih dari sekedar yang ku pikirkan tentang kemampuanku. Ini lah masa masa ter hebat dalam diriku, dimana aku berusaha melengkapi hidup dengan kelebihan kelebihanku, berjuang, dan berusaha demi diriku, mencari ilmu, semangat dan pengabdian untuk bangsa dan agama. Rasanya aku perlu belajar dari orang orang terdahulu, mencoba mengerti pola pikir mereka kenapa mereka melakukan ini dan itu dan selalu mengambil hikmah dalam sebuah peristiwa hehehe
lanjutan nya pending dulu ah, mau shalat :) 




Kamis, 13 Maret 2014

aku dan hoshi


aku dan hoshi, 3 tahun yang lalu ketika kami liburan (ziarah) ke bali

Terkadang aku sangat menyesal dengan keputusan yang kuambil, aku ingin kembali namun tak bisa, karena itu tak mungkin.. aku tahu kita sama sama saling mendoakan walau tempat kita berbeda, namun bukan hanya tempat kita yang berbeda, hidup kita berbeda, takdir kita berbeda, dan pada akhirnya mungkin ada keajaiban yang akan menuntun kita untuk kembali bertemu, menjalani hidup bersama...


Lama tak bersua, kau hanya telpon saat kau butuh, kau butuh guide mu, kabarku bukanlah satu satunya hal yang kau ingin tanyakan. Be


gitulah perasaanku. Aku pun telah melewatkan ulang tahunmu, aku sengaja,  bukan karena aku lupa, namun memang aku tak bisa.. aku terlalu banyak melewatkan cerita indah bersamamu, aku menyesal akan hal itu. Tapi disini, aku ingin bercerita tentang kita dengan versi ku, mungkin kau akan membacanya dan kemudian kau tertawa, atau mungkin juga tidak, atau tidak samasekali.
Aku, seorang gadis aneh, dan kau bisa melihatnya dimataku, ada yang kupikirkan, iya.. ada sesuatu disana yang tak banyak orang akan menyadarinya, namun aku punya mimpi, dan keinginan untuk hidup dengan cara yang lebih baik. Di tengah jalan ini lah aku bertemu denganmu.
Kamu, seorang gadis bermata indah, penuh semangat dan ceria namun susah ditebak, kau selalu menuliskan tentang banyak hal, kau dan aku dan juga mimpimu, dia yang dekat, atau dia yang kau cinta, atau sesuatu yang tak pernah bisa kau duga. Di pandangan kedua kau malah memberiku nilai 3.

tahun terakhirku di almuayyad aku membuat kejutan merayakan ultahnya




Dari situ lah kita ber kawan, sesuatu yang kau sebut mungkin hanya untukku. Aku hampir tak ingat, semua hal yang telah kita lewati bersama, kenangan kenangan itu, menangis, es krim, tertawa, musik korea, dan kepergianku... ahhh bukan nya aku tak ingat, aku hanya merasa aneh saat aku mengingatnya, aku merasa sedikit terluka. Dalam hatiku mungkin kau dapat mendengarnya, bagaimana mungkin seorang sepertiku bisa berkawan dengan sosok seperti mu? Aku tak berani menyebutku iblis walau aku sudah se nista ini dan aku pun tak berani memanggilmu malaikat karena sosokmu tak se sempurna itu. Aku merasa kau lah yang beruntung, walau nyatanya keberuntungan selalu ada di pihakku. Jalan pikiran kita berbeda, sadarkah itu? Sikap kita dalam menghadapi suatu masalah pun tak sama, karena aku tak pernah merasakan hidup sepertimu. Aku tak menyalahkan siapapun atau apapun, mungkin aku juga menyesalkan. Kita sama sama lahir sebagai perempuan, dalam keluarga yang sempurna dan bahagia, namun kemudian kau jatuh, lalu aku dan hidupku juga jatuh, takdir menuliskan seperti itu. Banyak orang di sekelilingmu, entah kau tak tega mengecewakan mereka atau kau ingin terus berjuang demi dirimu sendiri tapi kau bisa bangkit, karena orang orang di sekelilingmu selalu memberimu semangat agar kau tetap utuh dan menjadi sosok yang bersinar itu. Dan aku, dengan segala kekurangan dan kelebihanku, aku punya mimpi, tak peduli seberapa brengsek nya diriku agar mereka disini, berharap takdir itu tak pernah terjadi, dan aku terus berharap. Aku menjalani masa masa yang sulit, dan aku berhasil melewatinya, namun saat hujan reda bukan berarti tak akan ada badai lagi, bukankah bahagia tak selamanya milik kita? Aku menatap langit, bermimpi aku akan bisa melihat betapa luas dunia dan betapa kecil diriku ini. kau ajari aku untuk bermimpi dan mewujudkan nya. (sampai sini aku tak tahu lagi harus berkata) ya, kurasa itu yang kau lakukan padaku.
Aku sedikit egois, dan tak mau mengerti, dan aku belajar untuk mengerti, memahami bahwa setiap hembusan nafas kita hanyalah untukNya, aku belajar semua itu ditempat dimana aku bertemu denganmu. Namun tak selamanya kau juga bisa merangkulku, aku sering khilaf.. hingga saat aku lepas dari mata rantai yang melilit leherku, kau tak ber ekspresi apapun. Datar. Aku tak bisa mengerti, maafkan aku. Kini kita menjalani hidup yang sangat berbeda.. disaat kau sedang melayang untuk jadi yang paling terang disana, aku malah semakin terperosok ke dalam jurang yang dalam dan gelap... aku merasa jauh hingga aku tak mampu menggapaimu. Ahh hoshi, bahkan beberapa waktu yang lalu saat pak ustad wisuda, aku tidak lebih berat dari dia dalam hatimu. Sedih,,? Enggak juga atau mungkin lebih tepatnya kecewa. Aku hanya orang yang baru hadir dalam hidupmu dan sebenarnya kau itu tak tega meninggalkanku, terlalu baik padaku, atau tak bisa menolakku? Dan sampai sini. Tiba tiba saja aku ingin kembali merajut cinta ini, aahhh... sebuah kisah klasik.


tonight



Malam ini, Kamis, 13 Maret 2014 pukul 22.00 aku masih terjaga mendengarkan lagu dangdut yang syahdu (by the way sejak kapan aku seneng lagu dangdut? Tepatnya sejak aku sering galau, dan nyatanya gak semua lagu dangdut itu jelek kok hehehe, syahdu banget ni, alun alun nganjuk)
Lungo tak anti anti kapan nggonmu bali
... (lupa) endah e bengi kutho nganjuk iki
Sumilir angin wates nggugah kangene ati
Opo koe ora ngerteni koe tak kangen i...
Dan begitulah, sambil menuliskan ini. malam ini, lagi pengen nulis, walau aku tak tahu apa yang ingin kutulis, tapi aku akan menulis atau begitulah. Seringkali begini, saat aku dapat inspirasi tapi aku malas menuliskan nya, dan saat aku ingin menulis aku malah tak punya inspirasi. Syahdu ya? iya syahdu sekali. Ah, atau aku berbagi tips saja disini? Heheehe begini saja deh, aku ingin menceritakan keidupanku di akhir masa putih abu abu.
Dulu, mungkin aku gak pernah berfikir akan jadi mahasiswa yang seperti ini, kelas 12 aku mati matian berjuang melawan diri sendiri, rasa malas, ngantuk, bosan dan nafsu. Tapi aku gagal (atau katakanlah belum berhasil) hehehe kok bisa? Ya jelas bisa! Wong perasaanku waktu itu, semakin keras aku erusaha malah semakin gak bener saja diriku, semakin aku berusaha untuk tidak malas aku malah jadi sangat malas, semakin aku berusaha menghibur diriku dari rasa bosan oleh hiruk pikuk bangku sekolahan nyatanya aku semakin sering mbolos. Dan aku semakin jenuh ketika melihat semua temanku overdosis soal soal ujian hahaha =) bener deh, waktu itu kayaknya asik banget liatin orang spaneng belajar. Dan bagaimana dengan diriku sementara temanku sedang giat giatnya belajar? Aku juga giat giat nya main, mbolos, traveling, dan ke warnet hehehe aku sendiri bukan type orang yang bakal tahan diberi tekanan unjian nasional seperti itu. Jujur deh, tanpa bermaksud sombong nih, aku gak suka dengan kelas dan sekolahan, terlalu ter doktrin, menurutku, teori mulu, prakteknya dikit banget, dan ilmu yang di dapat hanya sebagai sumber pengetahuan saja, dalam kehidupan sehari hari mungkin hanya 40% yang di implementasikan.  Nyatanya waktu itu, aku ngerasa dunia luar yag memberiku lebih banyak pelajaran.  Dan setiap aku jalan menyusuri sepanjang slamet riyadi’s street disuguhi dengan pemandangan yang wow begitu hehehe, ada tukang becak yang lagi ngobrol dengan sesama tukang becak, atau tukang koran yang lagi baca koran dengan gaya nya yang khas dan sok update berita nawarin koran, kadang aku beli hehehe ada juga tukang parkir yang lagi nagih duit dan gak ketinggalan warung kaki 5 yang lagi sepi pembeli, sesekali aku lihat bule lewat jalanya cepet bawa kamus terjemahan hehehe beberapa dari mereka yang keliatan nya ramah pernah ku sapa, kebanyakan sih dari holland (belanda iyuuhhh) dan mobil mobil bersliweran juga, merk nya macem macem, kebanyakan sih buatan jepang. Honda, toyota, suzuki, ada juga yang buatan jerman atau amerika kayak mercedes beans, atau lamborghini (ini baru beberapa kali aja kulihat) tapi yang paling menarik itu bukan mobilnya, tapi pengemudi nya yang bapak2 paruh baya kantoran, abg, atau bahkan ibu ibu.  Pikirku pada waktu itu, kota solo padat penduduknya. Kalo pengen bertahan hidup disini gak cukup cuma minta orang tua hehehe. Dan detik selanjutnya aku Cuma berfikir, aku beruntung lahir disini, hidup disini, tinggal disini, walau aku belum punya rumah disini. Begitulah..
Ada juga yang membuatku tertarik, tepatnya di belakang sriwedari, yup! Belanja buku. Buku bekas, buku baru, buku pokoke segala jenis buku deh hehehe surga bagi orang konservatif pecinta buku sepertiku. Disitu aku selalu pengen ngeborong banyak buku tapi sayag budget ku gak seberapa, jadi aku beli yang penting penting aja, kadang buku pelajaran, tapi lebih sering novel hehehe. Katanya yang penting? Iya, novel itu penting... untuk hiburan di pondok J ceilee... semua buku di sriwedari itu murah, tergantung apa kamu bisa nawar atau nggak :P hehehe tapi buat orang yang kayak aku ini malah jarang nawar buku, kalo diliat bukunya bagus, kualitas n isi nya bagus, pas di kantong (ono duite maksud ku hehehe) yaudah deal aja J perlu kalian tahu, jualan buku di tempat kayak gitu yang harga nya gak seberapa kalo dibandingin gramedia itu BERAPA UNTUNGNYA??? Berapa untungnya coba? Jujur aja, aku kasian dengan penjualnya, dan kertas itu mahal, di dalam nya juga ada ilmu nya jadi kalo buku harganya mahal itu wajar dan kalo sebuah buku berharga murah itu kasian yang jual hehehe J
Tempat menarik selanjutnya adalah,,,, pasar kliwon J sebuah perkampungan orang arab yang berdomisili di solo dari embah buyut yang beranak pinak sampe anak cucunya. Hehehe... ^_^ ada apa sih di pasar kliwon? Yaa gak ada apa apa sih, tapi kalo aku ke pasar kliwon biasanya... ziarah ke maqaam bib anis al habsy, shalat di masjid jami’ assegaf, jalan jalan, beli tasbih, makan nasi kebuli, atau sekedar ngecengin syarifah syarifah yang halyy jiddan! Hehehe kalo diamati dari penduduknya, itu orang orang arab pada jualan, kebanyakan jualan oleh2 haji, baju, sorban, perlengkapan ibadah deh pkoknya heehehe. Emmm apa lagi ya? mungkin itu aaja yang kulihat (baca: yang menarik penglihatanku) selain itu kayaknya gak ada deh.
Malam semakin larut, aku belum shalat isya, jadi sebaiknya ini tulisan tak kasih tanda to be continued hehehe oyasumi adinda :-*