Kembali
terkenang diriku dengan masa masa jahiliah (putih abu abu) kukira itulah saat
saat tersulit dalam hidupku, namun terkadang aku berfikir bahwa aku
merindukannya. Seorang gadis yang duduk termenung di pojok dekat jendela,
itulah gambaran diriku dulu. Kenangan kenangan itu kembali muncul dalam benakku
(flashback) walau tak ada hal yang membuatku terkesan namun ketika kubuka
catatan lama diaryku, 7 lembar kertas berjatuhan membuatku mengingat seorang yg
dulu pernah menghangatkan hatiku.
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum
hai kak… gimana kabarnya?
aku tahu mungkin tak sebaik seperti yang kemarin
banyak hal yang kudengar beberapa hari ini tentang
kakak
sepertinya sedang benar benar kacau .
ada apa… ceritakanlah
aku gak tenang kalo mbak terlihat pucat akhir
akhir ini
…….?
Kali ini aku kirimkan puisi yang kiranya bisa
ngehibur kakak
walau mungkin sulit… tapi tetap kucoba … agar
kakak tetap tersenyum.
Jangan bersedih…
Aku ada…
Bila mereka yang kau cinta
pergi meninggalkanmu
jangan gunakan matamu untuk mengisinya
menangisinya
gunakanlah matamu untuk mencari yang lebih baik
dari
mereka.
“7 kertas untuk
kakak”
pagi ini kuawali nafas tanpa terbesit tentangmu
dunia tak nyataku serasa menghilang satu persatu
kurasa aku telah ingkari janji teman temanku
ku berusaha menyari jalan tuk angkat kembali
hakikatku
waktu mendesak seiring detiknya
aku tak tahu takdir setelah masa
tak ada waktu luang tuk bergembira
inilah saat sulitku telah tiba
kakakku… ku dengar kabarmu pagi ini
terdengar dari mereka sang perusak harga diri
izinkan aku mereka ku maki
aku tak tega mereka jatuhkan engkau kakak
penghibur hari
kukirimkan kertas kertas putih sebersih hati
ingin ku hibur dirimu yang terlihat tak baik saat
ini
jangan bersedih lagi… jangan lagi…
akan kutulis tiap kata hingga merangkai puisi
jangan lagi… jangan lagi…
kakakku… hidup ini tak layak ditangisi
kadang orang yang dekat tak punya rasa peduli
aku tahu itu sangat buat kau sakit hati
jangan lagi.. jangan lagi…
dengan lembaran yang tersisa
kutorehkan tinta pilu agar kau tak tersiksa
janganlah menangis wahai kak dinda…
jangan menangis wahai kak dinda….
bilang padaku apa yang sedang kau rasa
agar kau tak merasakan sendiri semua luka
aku adikmu… tak ingin kau diterpa dusta
jangan bersedih wahai kak dinda …
aku pernah rasa yang engkau derita
pernah terluka hingga hatiku sempat buta
batinku tertinggal mereka
tangisku pun tak pernah ada yang mendengarkannya …
kakakku… ada saatnya kita tak pernah dihargai
hingga buat sayatan luka di batin ini
inilah hidup yang harus kita hadapi
dan maafkan aku bila tak selalu bisa menemani
ku awalnya tak pernah tahu tentang kau kak dinda
lembaran kertas datang dengan curahan kata kata
alam tak nyataku kadang hilang dan ada
waktu buatku jelas tentang dirimu wahai kak dinda…
ada saatnya…
ada saatnya…
banyak cerita ….
banyak luka dan cinta
tentang hidup singkat kita
tak ada yang jelas alasannya…
jangan terus bertanya
jangan terus ratapi luka
hidup ini senista dusta
hanya separuh yang tahu hakikatnya …
kakakku…
kakakku…
kakakku…
kakakku…
tangismu seperti sadarkan diri ringkih ini
yang kadang harus menahan kenistaan dunia ini
hakikat jiwaku tak sanggup lagi
tak sanggup lagi
entah apa yang telah kuatkan aku
kerasnya batin ini mencari tetap saja tak tahu
oh tuhan penguasa hatiku…
terangi aku.. bimbing aku…
terangi aku …
bimbing aku…
aku ingin agar aku tak bosan
menulis puisi walau tak bisa secara lisan
aku ingin agar aku tak bosan
menulis untaian untaian kata tentang perasaan
ketika suatu saat kataku telah habis
mungkin aku hanya akan tuliskan lagu lagu berirama
harmonis
“you like a song”
I can’t forget
you when you’re gone
you like a song
that goes
around in my head
and how I
regret
it’s been so
long
oh what when
wrong
could it be
something I said
time make it go
faster
or just rewind
to back when
I’m wrapped in your arms
all afternoon
long
it’s wait me
the same song
you left a
light on
inside me
my love.
I can remember
the way that it
felt
to be holding
on to you
or just decide
to comeback to
my happy heart.
hari ini hanya sekali kulihat dirimu
entah bersedih atau tersenyum bibirmu
aku tak sempat perhatikan itu
maafkan aku...
ingat mereka yang pernah buatmu tersenyum puas
mereka juga yang buat kau menderita begitu keras
jatuhkan pilu nya air mata diatas kertas
hingga kau terlihat pucat berbekas.
jangan pernah ratapi apapun
walau aku suka meratap dan melamun
aku tak mau bangun
aku tak mau bangun
syair ini hanya untukmu
puisi ini kuharap bisa menghiburmu
kakakku… dinda
kita pernah rasakan derita yang sama
yang buatku menganggap dunia adalah neraka
yang tak ada sedikitpun orang yang peduli. pada
untaian kata luka.
bila bisa ku ceritakan keadaan
seberat cinta dalam perasaan
yang pernah dan terus ku berikan
pada mereka yang pernah beri tulusnya senyuman.
no with me
I’m waking up
from my summer dreams again
try to thinking
if you we’ll alright
then I
shattered by the shadows of your eyes
now will you
will still here by my side
I can see you
if you’re not with me
I can say to my
self if you’re okay
I can feel you
if you’re not with me
I can reach you
my self you show me the way
live was never
be so easy as it seems
till you come
and bring your love inside
no matter space
and distance to make it look so far
still I know
you’re still here by my side
you make me so
alive
you give the
best for me .. love and fantasy
and I never
feel so lonely .. cause you’re always here with me
always here
with me…
what I’ve done
in this
farewell
there’s no
blood
there’s no
alibi
cause I’ve
drawn regret
for the truth
of a thousand
lies
so let mercy comes!
and wash away
what I’ve done?
I’ve faced my
self
to cross out
what I’ve
become… erase
my self
and let got of
what I’ve
done?
put the rest
what you
thought of me
well I cleaned
this state
with the hand
of uncertainly
for what I’ve
done
I’ll start
again
and whatever
pain my
come .. today
this ends
I’m forginning
what I’ve done?
pahitnya cinta kurasakan
dalam puisi kan ku berikan.
begitu jauh.. begitu lepas
ku ingin menangis tuk dirimu yang terhempas
tapi air mata menjerit juga terluka
atas dusta dan kata.
tak ada yang mengerti
lukaku dan tawaku
terhempas waktu dan pergi berlalu
saat ku terhening seiring anganku membujuk
dan aku bernyanyi bagai telah mabuk
cara terakhir tuk sampaikan pada dunia tak nyata
bahwa cinta pengorbanan dan segalanya
aku ingin kau mengerti
ingin benar benar kau pahami
tentang kerinduan yang sedang kuderita
tuk sampaikan perasaan pada ia yang kucinta
mungkin kata kataku telah menyerah
tuk sampaikan perasaanku yang kuharap bisa indah
tangis
tawa
sakit
dan segalanya
haruskah sia sia
haruskah…?
sampai
kapan
jangan pernah ada rasa sesal
karena dunia ini hanya membual
bual, bual, bual
katakanlah…. kakakku
apa yang sedang kau rasa dan derita
aku tak tega kau harus tersiksa
mereka itu tak tahu apa apa
bila mereka sudah terlalu jauh menyakitimu
aku aka nada untuk rasakan deritamu
bila mereka terlalu jauh mengusikmu
jangan pernah kau pedulikan itu …
:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar