Rabu, 28 Mei 2014

D I N D A (mereka bilang namaku mirip dengan penjual jamu)



Ada apa denganku? hari ini aku merasa aneh..
Ya tuhan,, apa yang terjadi? Aku bahkan tak mengerti kenapa dengan diriku ini?
Ada yang salah, kah? Ada yang tidak pas, apa itu?
Yang kupikirkan lalu yang kuucapkan dan
apa yang ada di dalam hatiku tidak selaras
Rasanya aku seperti hilang
Mungkin, aku ingin menghilang saja
Menghilang dari dunia ini
Menghilang dari ingatan semua orang tentangku
Menghilang, bagai awan yang menjadi hujan
Atau seperti debu yang tertiup angin
Pasrah, terlupakan
Masih di hari ke 25 pada bulan Mei
Sebentar lagi, aku bukan 17 tahun
Apa yang kuinginkan? Bukan sepotong kue black forest
Atau 18 whises candles
Aku ingin setangkai mawar putih
Aku ingin semangatku yang membara
Aku ingin bangun dari tidur ini
Aku ingin air mata bahagia
Aku ingin aku bisa tersenyum bersama mereka
Aku ingin sebuah hati yang mencinta
Aku ingin melakukan sebuah perjalanan panjang
Perjalanan hidup, pada sebuah jalan yang gelap
Aku ingin mencari arti namaku, nur
Aku ingin dinda yang azizah diantaranya
Aku terlalu banyak ingin
Dan apa guna nya tuhan jika aku tak meminta kepadaNya?
Ahh dinda,
Dinda
Dinda
Dinda
Namaku dinda
Hai dinda, kau sedang apa?
Terbangkan mimpi mu
Persetan dengan namamu
Apa kau itu penipu?
Dinda
Dinda
Dinda
Namamu terlihat mempesona
Tapi kau hanya gadis biasa
Apa kau aneh atau kau gila?
Sebenarnya, hidup itu seperti apa?
Hari ini adalah hari senin
Cobalah bertanya pada secangkir kopi yang kau seduh
Dinda
Dinda
Dinda
Hari ini, kau seperti mengingat semuanya
Tentang hidup, mimpi dan cinta
Tentang mereka yang kini tahu artinya
Aku ingin bernyanyi
Dan hatiku bernyanyi
Berharap hari rabu itu hanyalah mimpi
How nice that is
Pikirku
Biarlah lagu itu menghanyutkan perasaanku
Biarlah hanya aku dan diriku
Dimalam ini, hanya untukku dan diriku yang tahu
Dan aku ingat semuanya
Masa kecilku, yang dikatakan oleh mereka
Ketika aku menangis karena terjatuh
dan aku belajar untuk menjejakkan kaki di dunia ini
dan jika raga sudah terpisah dengan jiwa
apa diriku kan terlupakan begitu saja?
Dinda
Jika pun kau tak ada, dunia kan tetap baik baik saja
Tidak, setidaknya jangan saat aku sampai membawa bahagia
Sampai aku mengubah mimpi menjadi nyata
Dan aku kan terus berjalan bahkan berlari
Menjadikan nyata bagi hal yang tak pasti
Dinda
Kenapa ayah memberiku nama, dinda?
Dinda
Aku ingin terus memanggilmu, dinda
Dan pada akhirnya dinda akan menjadi dinda
Dinda tetap menjadi dinda
Dinda
Aku tak pernah bosan dengan nama itu, dinda
Biarlah
Pagi buta selalu jadi milikku
Dinda ....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar