Selasa, 15 April 2014

dulu

dulu, pada saat aku masih duduk di bangku SMA, bisa dibilang aku bukanlah murid yang rajin. hanya kadang aku terus memikirkan apa kata orang. bahwa masa masa yang paling indah dalam dunia pendidikan adalah masa SMA. aku tak percaya, walau kadang aku terlena, dari putih merah ke putih biru hingga putih abu abu dan setelah itu tak jelas apa warna duniaku. tak ada yang berubah, satu hal pun? ada. ada banyak yang berubah, namun bukan perubahan yang diharapkan oleh banyak orang. diriku berubah? iya diriku berubah. awalnya, semua menyukai ku, semua simpati padaku, semuanya. hingga entah mengapa, mereka kira aku berubah. iya aku berubah? padahal aku tak pernah berubah, aku hanya berusaha menunjukkan diriku yang tak pernah mereka tahu, diriku yang tak pernah mereka ingin tahu, diriku yang tak mereka inginkan. aku tak tahu, aku hanya ingin menjadi diriku, diriku yang sebenarnya. diriku dengan segala kekurangan dan kelebihanku, diriku yang selalu semangat dan terus mencoba menjadi pribadi yang lebih baik lagi. ini hidupku, dan ini cerita tentangku, tentang diriku, tentang mimpi, luka dan cinta, tentang aku. dan aku selalu sadar aku bukanlah siapa siapa, aku ya aku. aku belum menjadi orang, menjadi manusia yang benar benar manusia yang bisa berguna dengan orang lain. bagaimana dengan prestasi? aku biasa saja, aku tak pintar tapi juga tak dapat disebut bodoh. awalnya semua baik baik saja, aku dapat 3 besar, lalu 5 besar, kemudian aku dapat peringkat 20 dari 21 siswa di kelasku :D hahaaha dan saat mereka sibuk dengan kebingungan, aku hanya berkata "di dunia ini tak ada yang tak mungkin, jika tuhan menghendaki... " begitulah.
dulu, aku selalu ingin menjadi dan menjadi diriku yang baru, diriku yang berbeda, diriku yang... fresh! tapi entah mengapa tidak sinkron dengan tindakanku. jaman SMA, tak hanya prestasiku saja yang menurun, tapi absen kehadiranku di sekolah ini juga menurun drastis. mau tahu apa sebabnya? aahh semua orang juga tahu, aku sedang dalam masa remaja, aku brutal aku liar aku nakal atau begitulah setidaknya yang mereka katakan padaku. tapi aku tak pernah membuka mata, aku takut, aku takut sakit hati #mungkin. entahlah...
 dan waktu telah berlalu sejak saat itu, mungkin kini aku tak menjadi diriku yang dulu. tapi aku masih dinda, dinda yang aneh, aneh aneh dan aneh
-to be continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar