Kamis, 06 Februari 2014

0h dinda

Saya bingung darimana saya harus mulai cerita ini... namun tetap akan saya tulis, sebagai bahan pengalaman (semoga yang baca ini tidak bernasib seperti saya hehhehe)
            Seperti yang telah di ketahui sebelumnya, kuliah saya berantakan, IP saya hanya 1,7 dan ada mata kuliah wajib yang tidak lulus  alias gagal, ini sangat berakibat pada semsester kedua saya di FH UNS (sediih aku) saya memang pantas dapat IP segitu, tapi yang saya sangat sayangkan adalah tak pernah ada usaha dari saya untuk melakukan perbaikan atau sekedar konsul dengan dosen, disini lah letak ke goblok an saya.  Akibatnya semester ini saya hanya bisa menempuh maksimal 14 sks, itu pun tak bisa semua nya saya maksimalkan karena mata kuliah PIH (pegantar ilmu hukum) saya tidak lulus akibatnya saya tak bisa mengambil mata kuliah tertentu seperti hukm pidana, hukum perdata dan hukum tata negara (diriku ini benar benar f*ck!!) entah apa yang saya pikirkan waktu itu (saat membolos). Saya akui saya memang keterlaluan sekali, saya seperti tak punya pertanggungjawaban terhadap orang tua terutama pada tuhan dan diri saya sendiri. Saya malu... saya orang paling beruntung di dunia tapi saya malah menyia nyiakan keberuntungan saya ini.
            Dan akhirnya pada hari Rabu, 05 Februari 2014 ini tibalah waktunya untuk KRS yaitu menyusun daftar mata kuliah yang akan saya ambil pada semester ini.  alhamdulillah, banyak yang membantu saya, mulai dari bayu, nindy, mas even dan mas bayu sampai dyah, hehehe disinilah saya bisa tahu, kalo ternyata dunia ini gak se jahat yang saya kira alias masih ada orang yang sayang sama saya, walau tadi nya saya ber statement, kenapa mereka kasihan sama saya padahal saya tak pernah mengasihani diri saya sendiri? Kenapa mereka mau menolong saya padahal saya tak mau berusaha keluar dari lubang tikus ini? dan disinilah letak keberuntungan saya, saya beruntung bisa bertemu dan mengenal orang orang sebaik mereka, walau kami tak pernah dekat hehehe J  mereka sampai pusing membantu Krs an saya (cerita ini saya dengar dari dee, yang siang itu kami makan di burjo). Dan mas even, walau bagaimanapun juga dia baik, walau senenge misuh2 dan seneng menggoblok kan bayu atau memanggil nindy dengan sebutan ‘ kunyuk’  hehehe.
            Sampai malam ini, dimana saya menuliskan cerita ini, saya masih terus berfikir, untuk memaksimalkan keberuntungan saya, saya beruntung. Setidaknya ini bisa saya gunakan untuk mempersiapkan masa masa tersulit dalam hidup saya yang akan datang, setidaknya begitulah, saya telah melewati banyak hal, dan masih tak tahu apa yang akan terjadi dalam hidup saya ke depan, mungkin saya mati, atau menjadi yang saya inginkan saat lulus nanti, entahlah... saya terus berharap pada tuhan agar memberi saya umur yang panjang, dan saya ingin bermanfaat untuk orang lain, berbagi kepada sesama, saling membantu. Dan terakhir, saya gak pengen mati sebelum menikah hehehe J ya allah berilah saya jodoh yang taat kepadamu ,,, (aamiin)
Terlepas dari masalah itu, saya menyadari, sejak tadi pagi saya terus melamun, entah apa yang saya lamunkan, tpi pikiran saya ingin bebas. Saya kembai menata ulang kamar kos saya yang berantakan, dan sekarang rasanya lebih nyaman, tentu saja karena bersih dan cukup rapi. Saya tambahkan beberapa kertas yang saya tempelkan di tembok, untuk memotivasi sekaligus mengingatkan saya tentng kewajiban kewajiban saya pada tuhan, dan sikap loyal saya pada diri sendiri yang di rasa masih sangat kurang. Malam ini saya sempatkan nongkrong di sekre sebentar, saya dengar dari mas yusuf kalo mas bagas sakit, jujur saja saya sedikit merindukan nya, dia lah yang membuat sekre terasa lebih hidup hehehe, walau bercanda nya kadang sangat keterlaluan, but it’s ok no matter. Dan ketika saya menulis kan ini saya kembali berfikir, apa yang terjadi esok pagi? Ketika saya bangun dan membuka mata, akankah saya bisa memulai hidup dengan cara yang lebih baik? Akankah saya kembali menjadi dinda yang malas? Atau saya langsung bangun dari tempat tidur dan mengucap syukur pada tuhan karena saya masih di beri hidup? Kali ini, saya sungguh berharap bisa menjadi sosok yang lebih baik lagi, saya punya tugas disini, dan saya harus bertanggung jawab kepada diri saya. Ini sedikit menyulitkan, umur saya terus bertambah dan kontrak hidup saya makin berkurang, tahun ini saya 18 tahun, saya gak pantas minta uang kepada orang tua lagi, dan orang tua pun tak pernah memberi saya uang lagi, saya terus berpikir positif tentang hal ini, memang peran orang tua dalam hidup kita sangatlah penting sekali, bahkan ketika saya menginjak dewasa pun saya tak pernah benar benar lepas dari pengaruh orang tua. Karena diam diam saya berharap orang tua akan lebih memperhatikan saya, memperhatikan kebutuhan sa

ya. Namun itu belum terjadi hingga saat ini. saya paham, saya mengerti kondisi nya. Dan saya berusaha untuk tidak mengeluh atas semua yang telah erjadi dalam hidup saya. Tuhan akan selalu menguatkan saya. Karena nama saya mengandung Asma’ Nya.
            Aahhhh kenapa semua yang saya tulis di blog ini menggalau semua? Kenapa saya harus berbagi kegalauan ini dengan anda? Kenapa saya membagi kan nya disini? Lupakanlah.
            Saya punya target dalam hidup saya, dan saya berusaha penuhi semua itu. Saya akan sepenuhnya (belajar) bertanggung jawab dan loyal pada diri saya. Dan terus berusaha tentunya hehehe, saya tahu yang dilakukan mamah, mamah akan selalu mendoakan saya, berdoa yang terbaik untuk saya, dan begitu juga dengan ayah saya disana, entah beliau melihat saya atau tidak, tapi orang tua akan selalu sayang pada anaknya bukan? Hehehe saya juga ndak nyangka, dibawah tekanan pun saya masih bisa hidup sampai umur segini J thanks ya allah.

Ich heiβe dinda, ich bin geist geist geist!!!

1 komentar:

  1. makanya ntar semster 2 gausah bolos bolos lagi gausan TA lagii

    BalasHapus