Saya
bingung darimana saya harus mulai cerita ini... namun tetap akan saya tulis,
sebagai bahan pengalaman (semoga yang baca ini tidak bernasib seperti saya
hehhehe)
Dan akhirnya pada hari Rabu, 05
Februari 2014 ini tibalah waktunya untuk KRS yaitu menyusun daftar mata kuliah
yang akan saya ambil pada semester ini.
alhamdulillah, banyak yang membantu saya, mulai dari bayu, nindy, mas
even dan mas bayu sampai dyah, hehehe disinilah saya bisa tahu, kalo ternyata
dunia ini gak se jahat yang saya kira alias masih ada orang yang sayang sama
saya, walau tadi nya saya ber statement, kenapa mereka kasihan sama saya
padahal saya tak pernah mengasihani diri saya sendiri? Kenapa mereka mau
menolong saya padahal saya tak mau berusaha keluar dari lubang tikus ini? dan
disinilah letak keberuntungan saya, saya beruntung bisa bertemu dan mengenal
orang orang sebaik mereka, walau kami tak pernah dekat hehehe J
mereka sampai pusing membantu Krs an saya (cerita ini saya dengar dari
dee, yang siang itu kami makan di burjo). Dan mas even, walau bagaimanapun juga
dia baik, walau senenge misuh2 dan seneng menggoblok kan bayu atau memanggil
nindy dengan sebutan ‘ kunyuk’ hehehe.
Sampai malam ini, dimana saya
menuliskan cerita ini, saya masih terus berfikir, untuk memaksimalkan
keberuntungan saya, saya beruntung. Setidaknya ini bisa saya gunakan untuk
mempersiapkan masa masa tersulit dalam hidup saya yang akan datang, setidaknya
begitulah, saya telah melewati banyak hal, dan masih tak tahu apa yang akan
terjadi dalam hidup saya ke depan, mungkin saya mati, atau menjadi yang saya
inginkan saat lulus nanti, entahlah... saya terus berharap pada tuhan agar
memberi saya umur yang panjang, dan saya ingin bermanfaat untuk orang lain,
berbagi kepada sesama, saling membantu. Dan terakhir, saya gak pengen mati
sebelum menikah hehehe J ya allah
berilah saya jodoh yang taat kepadamu ,,, (aamiin)
Terlepas
dari masalah itu, saya menyadari, sejak tadi pagi saya terus melamun, entah apa
yang saya lamunkan, tpi pikiran saya ingin bebas. Saya kembai menata ulang
kamar kos saya yang berantakan, dan sekarang rasanya lebih nyaman, tentu saja
karena bersih dan cukup rapi. Saya tambahkan beberapa kertas yang saya
tempelkan di tembok, untuk memotivasi sekaligus mengingatkan saya tentng
kewajiban kewajiban saya pada tuhan, dan sikap loyal saya pada diri sendiri
yang di rasa masih sangat kurang. Malam ini saya sempatkan nongkrong di sekre
sebentar, saya dengar dari mas yusuf kalo mas bagas sakit, jujur saja saya
sedikit merindukan nya, dia lah yang membuat sekre terasa lebih hidup hehehe,
walau bercanda nya kadang sangat keterlaluan, but it’s ok no matter. Dan ketika
saya menulis kan ini saya kembali berfikir, apa yang terjadi esok pagi? Ketika
saya bangun dan membuka mata, akankah saya bisa memulai hidup dengan cara yang
lebih baik? Akankah saya kembali menjadi dinda yang malas? Atau saya langsung
bangun dari tempat tidur dan mengucap syukur pada tuhan karena saya masih di
beri hidup? Kali ini, saya sungguh berharap bisa menjadi sosok yang lebih baik
lagi, saya punya tugas disini, dan saya harus bertanggung jawab kepada diri
saya. Ini sedikit menyulitkan, umur saya terus bertambah dan kontrak hidup saya
makin berkurang, tahun ini saya 18 tahun, saya gak pantas minta uang kepada
orang tua lagi, dan orang tua pun tak pernah memberi saya uang lagi, saya terus
berpikir positif tentang hal ini, memang peran orang tua dalam hidup kita
sangatlah penting sekali, bahkan ketika saya menginjak dewasa pun saya tak
pernah benar benar lepas dari pengaruh orang tua. Karena diam diam saya
berharap orang tua akan lebih memperhatikan saya, memperhatikan kebutuhan sa
ya. Namun itu belum terjadi hingga saat ini. saya paham, saya mengerti kondisi nya. Dan saya berusaha untuk tidak mengeluh atas semua yang telah erjadi dalam hidup saya. Tuhan akan selalu menguatkan saya. Karena nama saya mengandung Asma’ Nya.
Aahhhh kenapa semua yang saya tulis
di blog ini menggalau semua? Kenapa saya harus berbagi kegalauan ini dengan
anda? Kenapa saya membagi kan nya disini? Lupakanlah.
Saya punya target dalam hidup saya,
dan saya berusaha penuhi semua itu. Saya akan sepenuhnya (belajar) bertanggung
jawab dan loyal pada diri saya. Dan terus berusaha tentunya hehehe, saya tahu
yang dilakukan mamah, mamah akan selalu mendoakan saya, berdoa yang terbaik
untuk saya, dan begitu juga dengan ayah saya disana, entah beliau melihat saya
atau tidak, tapi orang tua akan selalu sayang pada anaknya bukan? Hehehe saya
juga ndak nyangka, dibawah tekanan pun saya masih bisa hidup sampai umur segini
J thanks ya allah.
Ich
heiβe dinda, ich bin geist geist geist!!!
makanya ntar semster 2 gausah bolos bolos lagi gausan TA lagii
BalasHapus