Rabu, 12 Februari 2014

saya hanya bisa belajar



Selasa, 11 Februari 2014 jam 6 pagi saya  jalan dari kos nya rinanda (yang terletak di jalan surya) menuju tempat tinggal  saya di sekar pace lewat kampus, bersama orang orang yang lagi jogging itu hehehe J semalam saya nginep di kos rinanda (untuk cari temen) hehehe gak seru juga kan kalo udah semester 2 tapi temen saya hanya itu itu terus, saya perlu memperluas pergaulan biar gak jadi penakut di kampus hehehe. Lewat gang yang mau masuk kos saya itu ada sepasang kekasih yang jual soto seharga 2000 rupiah, saya pun mampir dan makan soto. Sekilas info saja, setiap hari sepasang kekasih ini bangun jam 3 pagi dan menyiapkan semuanya sebelum jualan, mulai dari nge dang (menanak nasi dengan kayu bakar) sampai berjualan soto nya yaitu sekitar jam setengah enam.  Kenapa saya bisa tahu? Karena suatu hari saat saya sedang kelaparan jam 2 pagi saya keluar untuk mencari makanan (dan mendarat di burjo) nahh saat pulang itu saya bertemu dengan sepasang kekasih (lebih pantas disebut suami isteri tapi karena biar romantis maka saya menyebutnya sepasang kekasih) itu hehehe , dalam hati sempat saya mikir juga, malu banget kalah sama pnjual soto, saya yang bisa di pastikan selalu bangun siang ini duhh, kalopun bangun jam 3 saya gak pernah menghadap tuhan. Sampai di kos, saya langsung mencharge hape dan kemudian rebahan di kasur (mengingat saya hari ini akan kuliah jam 9.20 hehehe) rasa kantuk mulai menyelimuti karena sejak tadi malam saya memang tak bisa tidur namun hingga saat ini pun mata saya masih sulit terpejam.
Saya berfikir bagaimana akan menjalani kehidupan di hari ini, saat rasa malas mulai menguasai pikiran dan hati, rasanya tak ingin untuk beraktivitas lagi. Baiklah, sehabis mandi, saya langsung ke kampus, di boulevard ada ibu ibu cantik yang menanyai saya
“mba nunggu bus kampus?” katanya ramah
“eh iya bu...” jawab saya singkat
“fakultas apa?”
“hukum bu...”
“wahh embak nya semester berapa? “ 
“saya baru semester 2 ini bu”
“wahh masih baru yaa” katanya kemudian beliau mulai bertanya tanya kepada saya tentang penjurusan yang ada di fakultas hukum seperti hukum pidana perdata tata negara dll, dan kembali saya jawab sepertlunya sampai saat beliau bertanya
“dulu sma nya mana?”
“wahh saya sma swasta bu, di mangkuyudan”
“oh yang pondok pesantren almuayyad itu?”
“iya bu, kok ibu bisa tahu?” jawab saya dan mulai tertarik
“ya, pasien saya itu juga ada yang sekolah di ponpes itu” dari percakapan ini dapat disimpulkan bahwa beliau seorang dokter dan beliau kembali menanyakan tentang kegiatan sehari hari di pondok, dan kegiatan di sekolah sampai bus kampus datang dan kami naik.
Turun di fakultas hukum, hanya ada mas chandra yang sedang menonton tv (yang sepertinya baru bangun) saya mengucapkan salam kepadanya, dan muncul juga mbak muyas (alb gova yang kemaren jadi tatib itu *heheheh) saya salaman sama beliau. Dan selanjutnya muncul genduk april dengan mas udin, saya langsung memeluknya (karena mungkin hari ini spesial, dia pakai rok) kami sempat bercakap cakap mengenai liburan, dan seputar kegiatan di kampus. Dia juga menyarankan saya untuk mencari pacar di fakultas hukum (biar kuliahnya tambah semangat hehehe) dan seiring waktu berjalan, muncul bayu (yang baru datang dan langsung mencari dyah) dengan kemeja batik dan celana jeans (yang sobek di bagian lutut itu) hari ini bayu kelihatan sedikit lebih ganteng hehehe, pikir saya. Kemudian muncul juga hilary dan evy, seperti biasa mereka selalu cantik, evy yang modis dan pinter pake make up serta hilary yang entah kenapa aura cantiknya itu gak bisa ditutupi walau dengan bekas jerawat di pipinya yang merah itu hehehe. Kemudian ada isqy juga (mreka bertiga kompak, sampai sekre langsung membuka tas mereka dan mengeluarkan roti untuk sarapan.
Tak lama kemudian bel berbunyi, ini jam saya kuliah pengantar ilmu ekonomi, namun kelas yang terletak di depan sekre itu masih sepi, saya dipaksa oleh teman teman saya untuk segera masuk, akhirnya saya berjalan di kelas dan bertanya pada 2 orang cowok yang didengar dari logatnya mereka orang jakarta, ternyata nama dosen nya itu bu nurul istiqomah, jumlah mahasiswa kelas saya hanya sekitar 20 an duhhh. Saya kembali ke sekre, dan menemukan yusuf disana, dia tambah putih. Lalu disusul mba amel dan mba silva. Saya kembali lagi ke kelas 1204, disitu saya berkenalan dengan frida (temen nya hepi yang kemana mana selalu berdua) dia hitam manis dan baik hati (dyah juga bilang begitu) hehehe saya beruntung bisa berkenalan dengan dia. Ya, saya butuh teman agar tak takut berjalan sendirian di kampus melewati orang orang. Di php in sama dosen itu hal yang biasa, saya dan frida sudah menanyakan tentag nasib kami di ruang transit namun tak ada hasilnya akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke perpustakaan sekedar membaca majalah dan mengobrol, dari yang saya ketahui, frida berasal dari madiun, dan dia punya kakak yang juga anak mapala. Dia banyak bercerita tentang ayahnya yang selalu melarang dia melakukan kegiatan di alam (seperti mendaki gunung) saya mencoba menjadi pendengar yang baik untuk dia. Kemudian saya juga bercerita tentang kenapa saya bisa jadi mapala hehehe kami juga sempat membahas tentang pak jokowi yang sedang naik daun, dan juga kota solo tempat kami tinggal.
Bel kembali berbunyi, kami memutuskan untuk keluar dari perpustakaan (setelah bertukar nomer hape) dan saya menuruni tangga menuju kelas 1108, makul selanjutnya adalah bahasa belanda. Saya mencoba untuk membangkitkan semangat saya, karena hari ini aneh sekali rasanya. Saya kembali bertemu dengan rinanda, kami memang sekelas di mata kuliah ini. tak berapa lama pak dosen datang, beliau kelihatan sudah sepuh sekali, gigi bawahnya saya sudah ada yang copot hehehe. Nama dosen itu pak edy,  sejak sebelum uns di resmikan presiden beliau ternyata sudah menjadi dosen, usia nya saja sudah 87 tahun! Bayangkan, setua itu dan beliau mampu menjadi bermanfaat untuk orang lain, bagaimana saya tidak salut? Beliau banyak bercerita, tentang sejarah hidup beliau, tentang masa kecil beliau (yang sudah hidup di jaman belanda, dulu katanya sekolah rakyat itu menggunakan bahasa resmi belanda) dan tentu saja latar belakang pendidikan beliau, bahkan beliau sempat mengatakn “dari semua yang sudah saya ceritakan anda pasti bisa menilai tentang layak atau tidaknya saya mengajar anda, berbagi ilmu dengan anda tentang bahasa belanda ini” dan saya salut, waktu itu saya hanya berharap untuk tidak mengantuk di kuliah beliau tentang bahasa belanda. Hehehe
Beliau juga membagikan selembar kertas, yang berisi data diri singkat untuk diisi agar beliau bisa mengenal mahasiswa nya. Hehehe berhenti ngomongin dosen ah, hal yang paling mengesankan itu tejadi saat dia yang memasuki ruang kelas dengan tergesa gesa bersama teman teman nya hihihi! Yup, saya sekelas sama senior saya yang saya fans waktu osmaru dulu, namanya mas guritno heheheh dia kurus, gak tinggi juga, tapi pipinya tembem & senyumnya manis je... ditambah kemeja hitam panjang itu dia keliatan cool hehehe. Masalahnya itu dia duduk di belakang saya, lalu bagaimana saya tidak penasaran tentang apa yang dilakukan nya dibelakang? Apakah mengobrol? Atau mendengarkan dosen hahaha tapi kalo dia duduk di depan saya, saya takut tak bisa berhenti menatapnya duuhhh.  Tapi sebisa mungkin saya mengembalikan niat awal saya, kewajiban menuntut ilmu menjadi prioritas utama saat ini, hemmm.
Pak edy hanya menggunakan waktu 1 jam kuliahnya, padahal harusnya selesai setengah 2 tapi ini jam 12 udah diakhiri. Selanjutnya saya menemani rinanda untuk konsul dengan dosen, namun dosen yang ditunggu tak kunjung datang (sekali lagi saya katakan, di php sama dosen itu biasa) heheheh akhirnya aku kembali ke sekre gova karena rinanda malah asik ngobrol sama temen nya. Di sekre ada banyak saudara se diksar saya, mereka lagi pada ngobrol tapi saya males nimbrung jadinya saya diam saja sambil melihat mas chandra yang lagi main gitar dan mas udin yang ketawa mesam mesem gak jelas. Isqy, hilary, evy, ucil (ucup kecil), & dicky pada bercanda, sementara april di perpus dan bayu ngalor ngidul gak jelas nyariin dyah, tak berapa lama datang nindy saya langsung ingin memeluknya (karena nindy memang empuk dan pelukable) namun saya mengurungkan niat saya yang mendadak pusing dan kehilangan mood, saya kembali diam. Dyah akhirnya datang, namun yang pertama berkesempatan berbicara dengan nya itu bayu, kemudian saya. Karena dyah memperoleh ip 3,9 yang nyaris sempurna di semester 1 makanya mas chandra dkk pengen tahu reaksi orangtua nya, memang gova itu tak menghambat seseorang untuk tetap ber prestasi di kampus hehehe. Saya hanya diam saja sampai dyah mengajak saya bicara, kemudian datang mba amel dan april, mba amel bawa es coklat yang enaaak banget (saya berkesempatan untuk mencicipi juga hehehe makanya saya bilang enak) lalu dyah tiba tiba haus dan mengajak saya turun kebawah untuk membeli minuman, saya menurut saja. Tapi bel malah berbunyi akhirnya saya berjalan bersama dyah yang ingin menuju kelasnya sementara saya ingin mengambil hasil tes papikostik saya.
Kami berpisah di depan kelas dyah, dan saya berjalan menuju mawa fakultas, setelah antri beberapa orang, saya bisa mengambil hasil papikostik saya, entah bagaimana reaksi saya waktu itu, IQ saya hanya 106! Hanya 106! Dengan IQ itu bagaimana saya bisa masuk fakultas hukum uns? Eantahlah, mungkin faktor keberuntungan saya yang terlalu dominan dalam berperan di kehidupan saya atau karena doa orang tua, atau mungkin keduanya? Saya tidak tahu, dan benar benar tidak tahu. Saya hanya bisa belajar, walau saya tidak belajar se keras mereka, walau saya belum cukup pantas dibilang tekun dan rajin, walau usaha yang saya lakukan tak pernah sebanding dengan hasil yang saya dapatkan, lalu bagaimana? Tak apa apa kan jika saya hanya bisa berkata ENTAHLAH.
Saya kembali ke sekre dan menemukan dyah dkk juga berada disana, katanya sih kosong, dyah menyadari perubahan sikap saya, dan saya berkata bahwa saya pusing, maka dyah bersedia untuk mengantarkan saya pulang, namun tiba tiba saya lapar dan dengan setia pula dyah mengantarkan saya untuk makan siang. Kami makan siang di olive chicken, namun tak beberapa lama sebelum makanan kami habis hujan turun. Dan mati lampu, akhirnya kami menunggu di olive chicken sambil bercakap cakap cukup lama sebelum hujan reda menjadi gerimis kecil dan dyah mengantar saya pulang dan saya langsung tidur di sore itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar