Apa
yang terpikirkan dalam benak saya ketika saya telah genap berusia 18 tahun? Nothing.
Tak
ada, bukan berarti saya tidak memikirkan apapun tentang hidup saya. Selama ini
saya hidup di dunia, telah banyak hal yang terjadi pada diri saya, dan saya
masih menjadi orang bodoh di kala itu dengan mengatakan ‘saya tak tahu’ ‘apa
yang harus saya perbuat?’ dan hal hal semacam itu, saya salah. Hal yang saya
pikirkan pertama kali adalah cara pandang saya, ketika kontrak hidup semakin
berkurang, usia makin ‘dewasa’ maka cara pandang pun harus di evaluasi, karena
selama ini cara pandang telah mempengaruhi sikap saya dalam menghadapi masalah.
Disini saya hanya akan membahas tentang saya karena ini tulisan saya dan ini
adalah tentang saya (terlepas dari objektif atau tidaknya tulisan ini, itu
dibahas nanti). Banyak yang bilang, selama ini saya selalu takut dan lari
apabila menghadapi masalah hanya karena saya tak tahu bagaimana cara
menghadapinya, kalau dikatakan seperti itu memang ada benarnya bahwa saya
terlalu pengecut.. itulah yang saya ingin ubah dalam diri saya. Yang kedua adalah
masalah keseimbangan (seperti yin dan yang) jiwa dan raga, pikiran (Akal) dan
hati, ucapan dan tindakan, dan hal yang semacam itu yang telah ada daam diri
saya. Disini, bisa dikatakan bahwa saya belum mempunyai keseimbangan dalam diri
saya walau saya telah menemukan titik dari keseimbangan itu. Saya sendiri
menyadari, saya sering berfikir tapi terlalu takut untuk bertindak, saya sering
berkoar koar dengan kata kata kasar yang nggak mutu, tapi action saya bahkan 0.
Break sejenak, sepertinya mata saya sudah lelah.
Ada
banyak, banyak hal yang ingin saya ungkapkan, perasaan saya, tentang diri saya
yang bahkan tak seorangpun tahu, tapi walau saya menghabiskan waktu seumur
hidup saya untuk menuliskan nya itu pun nggak cukup. Mungkin disini, saya nggak
bisa objektif bahkan dikatakan terlalu subjektif dalam menilai diri saya,
mungkin curhat selama ini pada teman dan senior saya malah membuat saya
underestimate sehingga malas untuk berubah, dan memang curhat yang paling baik
adalah curhat kepada tuhan. Dan begitulah pikir saya
Pada
intinya, dalam kontrak hidup saya yang makin berkurang ini semoga saya menjadi
manusia yang lebih baik agar hidup saya tak sia sia.
Bismillahirrahmanirrahim
..
Dengan
menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang
Saya,
Dinda Nur Azizah yang hari ini genap telah berusia 18 tahun, mengucapkan
terimakasih pada tuhan saya atas semua karunia yang Dia berikan pada saya, atas semua hal yang pernah terjadi dalam
hidup saya, hingga kini membuat saya tetap berjuang dan hidup sebagai seorang
manusia.
Saya,
Dinda Nur Azizah binti Misbahul Munir, mengucapkan terimakasih kepada ibu an
ayah saya, keluarga dan semua yang menyayangi saya, mendukung saya dan selalu
ada di samping saya sehingga saya bisa tumbuh dan meraih cita cita
Saya,
Dinda Nur Azizah, telah berjanji kepada diri saya agar tetap taat kepada tuhan,
berjuang dan belajar untuk meraih cita cita, membanggakan agama dan bangsa,
serta membahagiakan orang tua saya. membunuh semua hal yang buruk dalam diri
saya serta menanamkan kebaikan terhadap semua.
Surakarta, 10 juni 2014
Dinda Nur Azizah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar