Senin, 09 Juni 2014

18+



Apa yang terpikirkan dalam benak saya ketika saya telah genap berusia 18 tahun? Nothing.
Tak ada, bukan berarti saya tidak memikirkan apapun tentang hidup saya. Selama ini saya hidup di dunia, telah banyak hal yang terjadi pada diri saya, dan saya masih menjadi orang bodoh di kala itu dengan mengatakan ‘saya tak tahu’ ‘apa yang harus saya perbuat?’ dan hal hal semacam itu, saya salah. Hal yang saya pikirkan pertama kali adalah cara pandang saya, ketika kontrak hidup semakin berkurang, usia makin ‘dewasa’ maka cara pandang pun harus di evaluasi, karena selama ini cara pandang telah mempengaruhi sikap saya dalam menghadapi masalah. Disini saya hanya akan membahas tentang saya karena ini tulisan saya dan ini adalah tentang saya (terlepas dari objektif atau tidaknya tulisan ini, itu dibahas nanti). Banyak yang bilang, selama ini saya selalu takut dan lari apabila menghadapi masalah hanya karena saya tak tahu bagaimana cara menghadapinya, kalau dikatakan seperti itu memang ada benarnya bahwa saya terlalu pengecut.. itulah yang saya ingin ubah dalam diri saya. Yang kedua adalah masalah keseimbangan (seperti yin dan yang) jiwa dan raga, pikiran (Akal) dan hati, ucapan dan tindakan, dan hal yang semacam itu yang telah ada daam diri saya. Disini, bisa dikatakan bahwa saya belum mempunyai keseimbangan dalam diri saya walau saya telah menemukan titik dari keseimbangan itu. Saya sendiri menyadari, saya sering berfikir tapi terlalu takut untuk bertindak, saya sering berkoar koar dengan kata kata kasar yang nggak mutu, tapi action saya bahkan 0. Break sejenak, sepertinya mata saya sudah lelah.
Ada banyak, banyak hal yang ingin saya ungkapkan, perasaan saya, tentang diri saya yang bahkan tak seorangpun tahu, tapi walau saya menghabiskan waktu seumur hidup saya untuk menuliskan nya itu pun nggak cukup. Mungkin disini, saya nggak bisa objektif bahkan dikatakan terlalu subjektif dalam menilai diri saya, mungkin curhat selama ini pada teman dan senior saya malah membuat saya underestimate sehingga malas untuk berubah, dan memang curhat yang paling baik adalah curhat kepada tuhan. Dan begitulah pikir saya
Pada intinya, dalam kontrak hidup saya yang makin berkurang ini semoga saya menjadi manusia yang lebih baik agar hidup saya tak sia sia. 






Bismillahirrahmanirrahim ..
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang
Saya, Dinda Nur Azizah yang hari ini genap telah berusia 18 tahun, mengucapkan terimakasih pada tuhan saya atas semua karunia yang Dia berikan pada saya,  atas semua hal yang pernah terjadi dalam hidup saya, hingga kini membuat saya tetap berjuang dan hidup sebagai seorang manusia.
Saya, Dinda Nur Azizah binti Misbahul Munir, mengucapkan terimakasih kepada ibu an ayah saya, keluarga dan semua yang menyayangi saya, mendukung saya dan selalu ada di samping saya sehingga saya bisa tumbuh dan meraih cita cita
Saya, Dinda Nur Azizah, telah berjanji kepada diri saya agar tetap taat kepada tuhan, berjuang dan belajar untuk meraih cita cita, membanggakan agama dan bangsa, serta membahagiakan orang tua saya. membunuh semua hal yang buruk dalam diri saya serta menanamkan kebaikan terhadap semua.

Surakarta, 10 juni 2014

Dinda Nur Azizah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar