Senin, 27 Januari 2014

Sekilas curhat



Apa yang terjadi antara menulis, saya dan sastra?
Sastra saya menulis
Saya menuis sastra
 Menulis sastra saya

                Bagi saya mungkin ini memang suatu hal yang membingungkan, karena dapat dikatakan bahwa dulu saya sempat suka menulis dan segala hal yang berhubungan dengan sastra dan budaya indonesia. Namun pada kenyataannya sekarang seperti ada sesuatu yang mematikan gairah saya untuk terus belajar dan ber proses dalam menulis dan mengenal sastra (awwaahhh). Hidup saya bukan merupakan hal yang singkat, dalam sejarah pendidikan pun saya telah diajarkan untuk menulis sehingga saya senang ‘menulis’ kan hal hal yang remeh atau bahkan mungkin akan saya lupakan, disamping itu pula membaca telah menjadi hobi yang sangat menyenangkan, saya suka sastra, mungkin karena pengalaman saya bertemu dengan banyak penulis dan sastrawan pada waktu itu. Hampir semua buku sastra yang ada di perpustakaan telah saya baca (asal tahu saja, perpustakaan sekolah saya itu begitu kecil dan tidak terawat). Itu semua terjadi pada saat saya masih berseragam putih biru dan putih abu abu dan kenyataan berbanding terbalik sekarang, saya sudah kuliah dan memiliki hobi baru (yaitu menjadi autis) dan hampir tak pernah menyentuh dunia lama saya, namun bukan berarti saya tak ingin kembali, dan disini lah letak kelemahan saya karena saya tak tahu harus memulai dari mana. Saya hanya membiarkan tangan saya menari diatas keyboard begitu saja tanpa mememperhatikan keselarasan antara hati pikiran dan yang saya tuliskan ini. hehehe
                Yup, ternyata menulis memang gampang gampang susah, karena harus di imbangi dengan membaca untuk memperbanyak pengetahuan (dan juga) diksi yang akan dipakai dalam membuat tulisan, selain itu sering pula saya menulis dan tiba tiba terserang malas untuk menyelesaikan tulisan saya, namun dari sekian banyak workshop dan seminar tentang menulis yang saya ikuti ada sebuah trik yang sampai saat ini pun masih saya gunakan dalam mengatasi kebuntuan (atau sering disebut writer’s block) yaitu dengan membuat tulisan baru (tentunya tanpa bermaksud untuk meninggalkan tulisan lama) karena itu hanya sekedar obat untuk mengatasi rasa jenuh sesaat hehehe.

RESAH



                Pernahkah kau merasa sepi di tengah keramaian? Kalau iya mungkin itulah yang sedang kurasakan saat ini, aku bersikap tenang namun sesungguhnya dalam hati resah, atau mungkinkah ada sesuatu yang perlu di khawatirkan?  Kalau iya, itu apa? ragaku di jombang namun pikiranku entah kemana. How come? Ada yang aneh dengan diriku, kurasa. Aku ingin benci kepada orang yang tak boleh kubenci, namun dalam hati aku memang marah. Aku tak bisa mengendalikan diriku sama halnya dengan aku tak bisa menyalahkan siapapun.
                Tahun ini umurku 18 tahun, dan aku adaah tanggung jawab atas diriku, aku adalah beban untuk diriku dan hidupku itu aib untuk ku. Mengerti kan? Dalam hidup, ada beberapa hal yang tak bisa ku terima, tapi aku tak bisa berbuat apapun karena itulah kenyataan yang terjadi...  
Bagaimana bisa aku tak sedih, bahwa sesungguhnya aku masih punya keluarga namun rasanya seperti tak punya, aku punya teman namun aku selalu merasa kesepian, aku punya hidup dan melihat hidup orang orang di sekelilingku namun aku tetap sendiri, dan merasa hampa.
Dinda please.. selesaikan kuliahmu secepat mungkin, dan pergilah yang jauh dari sini jika kau tak ingin mengingat semua ini lagi, pergilah sejauh mungkin, ke tempat dimana kau bisa merasakan jiwamu, tuhan dan hatimu. Dan ingatlah semua derita yang kau alami jika kau mulai lelah atau pun malas, kau hanya ingin yang terbaik untukmu bukan? Jangan pikirkan ini lagi karena sudah terlalu banyak hal yang harus kau pikirkan. Kau ini harus apa? harus mulai dari mana? Kau sedih? Simpan airmata mu untuk saat bahagia,  jika kau terluka biarlah waktu yang akan menyembuhkan nya. Kumohon.. apa perlu mereka ku maki? Kau tak boleh menyerah pada dunia karena harapan itu pasti selalu ada, akan ada saat bahagia dimana kau bisa tersenyum dan melihat senyum mereka. Berjuanglah!

Kau sayang padaku? Apa kau merindukan ku?
Kalau iya, datanglah, temui aku walau hanya dalam mimpi
Tapi kau tak datang, benar. Kau tak pernah datang,
Itu berarti kau tak sayang padaku, dan sekalipun kau tak pernah merindukan aku.
Ya sudah, aku sedih pun tak akan ada yang peduli
Dan aku marah juga kau tak akan pernah mengerti
Kau meninggalkanku disaat aku sedang sangat butuh sosok mu
Namun di kehidupan lain, aku kan membuatmu tinggal
Aku kan mengerti sebenarnya kau sangat menyayangiku.
Itu pasti.

Kamis, 23 Januari 2014

Lelaki (tak) bermata sebening vodka



Senyumnya hangat mengalahkan mentari
manis…
aku takut menatapnya
aku takut jadi suka
kurasa dia selalu ceria
dia tidak tinggi tidak juga pendek
dia tidak gendut tidak juga kurus
tapi seperti kataku
dia sangat manis
gayanya sederhana
dan aku sangat menikmati tawa nya
huhhh…
ternyata seorang wanita telah
mengisi ruang hatinya
lalu aku harus bagaimana?
Aku tahu ini rasa suka biasa
namun aku benci selalu mengingatnya
tuhan..
aku disini tak pernah meminta cinta
aku disini bukan untuk jadi pecinta
aku disini tak pernah berharap tuk sia sia
hapuslah rasa kekaguman ini padanya ya tuhan…